15 Lagu Balada Rock/Metal Terbaik 2006 – 2016

Lagu balada (ballad) dalam konteks rock dan metal sempat sangat popular di era ‘80an hingga pertengahan ‘90an. Ya, kebanyakan identik dengan band-band hair metal/glam rock. Walau sebagian band rock/metal ‘mengharamkan’ lagu balada, namun faktanya, hingga kini tipe lagu semacam inilah yang sedikit banyak mampu mendongkrak popularitas sebuah band, sekaligus melebarkan jangkauan pendengarnya. Berikut lagu-lagu balada

PREMATURIAL Siap Meletus Tahun Depan

Mencoba mengbangkitkan kembali apa yang sudah hampir mati, maka di puncak 2020 ini, Prematurial hadir dengan darah baru di formasinya, dan tengah menyiapkan video musik untuk lagu mereka yang bertajuk “Peradaban Perbudakan”.  Lagu tersebut merupakan salah satu karya dari materi album mini (EP) “Perang Fatamorgana”, milik unit cadas asal Tenggarong, Kutai Kartanegara tersebut, yang telah

THE STOCKER: “Kali Ini Konsep Epic Wild Western yang Gelap.”

Berselang empat bulan sejak meletupkan single debut “Siasat Gelap” yang dirilis via Dugtrax Records pada awal Maret 2020 lalu, The Stocker akhirnya kembali menyalak lewat single terbaru bertajuk “Nadir”. Kali ini, single yang digarap dalam periode Mei hingga Agustus 2020 tersebut disebarkan via label Damnrock Club. Band yang dihuni formasi Ismail Marzuki a.k.a. Damnskiw (dram),

BEYOND SYMPHONIC Bangkitkan Rock ‘90an dengan Kontur Progresif

Berawal dari projek ‘solo’ dari dramer Hendika Dwi Prasetyo pada 2019 lalu, dimana kontur progresif dikombinasikan dengan nuansa orkestra serta etnik. Namun karena keterbatasan sumber daya manusia dan susah untuk mengaplikasikannya secara live, maka tahun berikutnya Hendika pun membentuk formasi yang diperkuat tujuh personel. Itulah cikal bakal lahirnya Beyond Symphonic yang mencoba menyumbangkan geliat di

NO RECOVERY: “Konsep (Dbeat Hardcore Punk) Kami Sangat Tak Terduga.”

Pengalaman masing-masing personel bergabung dengan band lain membentuk karakter No Recovery menjadi semakin solid. Terutama dalam pemilihan genre serta tema. Seperti yang kini mereka lampiaskan di album baru bertajuk “Ego-Cen-Tris”, dimana trio pengibar dbeat hardcore punk asal Jakarta ini banyak menyurahkan pengalaman hidup, sosial politik, tingkat kesetaraan, hak asasi manusia, masyarakat dan realita pada umumnya

DIVINE CVLT: “Kami Gabungkan Pengaruh Modern Metalcore, Djent dan Melayu.”

Usia band keras asal Padang, Sumatera Barat ini masih sangat belia. Baru terbentuk pada Desember 2019 lalu, tapi diteguhkan atas dasar semangat berkobar-kobar untuk mencoba menghadirkan sesuatu yang berbeda, warna baru dalam musik ranah rock dan metal di pesisir barat Pulau Sumatera. Divine Cvlt pun dicetuskan dengan formula metalcore, yang dipadukan dengan attitude Melayu yang

GETWELLSOON Serukan “Metanoia” dengan Pengaruh Pop Punk Hardcore dan Folk

“EP ‘Metanoia’ memiliki beberapa referensi musik, mulai dari band ber-genre pop punk hardcore seperti Billfold, bahkan band ber-genre folk seperti Fourtwnty.” Getwellsoon menegaskan benang merah konsep musiknya kepada MUSIKERAS. Kenapa konsepnya begitu kontras ? “Karena kami berusaha merangkum proses perjalanan kami dalam bermusik dan menggabungkan keempat pemikiran kami untuk menjadi lebih berwarna,” cetus band yang

RUANG KENDALI Menghantui dengan Notasi Rock Repetitif

Berbahan bakar nuansa muram, dengan rayapan vokal dingin menusuk serta lirik yang merasuk ke dalam aransemen repetitif menghantui, “Reprise” menjadi perkenalan yang baik bagi unit rock pendatang baru dari Malang, Jawa Timur ini. Ruang Kendali menghidupkan nuansa alternative rock era ‘90an sampai awal 2000an dengan sentuhan notasi yang akrab dengan telinga pendengar muda. Benang merah

Rindu Panggung, SCARHEAD BARRICADE Lepas “Live Studio Session”

Seperti pemahaman umum di kalangan musisi, menggelar pertunjukan secara daring adalah salah satu pilihan paling efektif dan aman di masa pandemi ini. Tak terkecuali kuartet grindcore berbahaya asal Palu, Sulawesi Tengah ini. Dipicu kerinduan akan manggung plus kehadiran sang vokalis yang telah menetap di kota lain telah menggerakkan Scarhead Barricade untuk menggeliat lagi. Hasilnya, mereka

TIRANT: “Benang Merah Kami Adalah Rock yang Fresh!”

Unit rock asal Malang, Jawa Timur ini merilis karya rekaman album perdananya, “Anomali” di tengah pandemi, tepatnya pada 13 November 2020 lalu. Ya, kenapa tidak? Karena menurut Tirant, justru di masa inilah konsumsi orang-orang terhadap internet sangat meningkat. “Dalam masa pandemi memang semua serba berubah. Termasuk pola konsumsi musik. Masyarakat punya pola baru untuk merasa

THE SUN GOES DOWN: “Kami Berimprovisasi, Emo Bukan Sekadar Emosi.”

Unit alternative/emo rock asal Mojokerto, Jawa Timur ini tengah memanaskan persiapan perilisan album penuh debutnya. Tapi sebelum mendentangkan gongnya, mereka sekali lagi menguatkan sinyal ancang-ancang peluncurannya lewat single baru bertajuk “Querencia”. Sebelumnya, tiga single berjudul “Poison”, “Brighter Days” dan “Our Heart” juga telah diperdengarkan oleh The Sun Goes Down (TSGD) untuk menancapkan eksistensinya di skena

HEARTED: “Kali Ini Kami Refleksikan Kemarahan yang Lebih Gelap.”

“Mind the Phatetics” adalah wajah baru dari unit metal hardcore asal Semarang, Jawa Tengah ini. Diletupkan sebagai gong menuju album penuh yang akan dirilis pada awal 2021 mendatang, dalam pendar yang lebih muram dan lebih reflektif dalam meraba tragedi yang terjadi dalam hidup keseharian. Sebuah representasi kemarahan, yang dikobarkan dalam perangai amarah yang membumbung, berkubang

CRASHEAD: “Covid-19 Menghancurkan Rencana Kami!”

Meleburkan keberingasan oldskool hardcore dengan distorsi berat black metal serta riff thrash metal menjadi benang merah garapan musik unit hardcore asal Solo, Jawa Tengah ini. Konsep itulah yang bakal mendominasi album mini (EP) debutnya, yang saat ini tengah digarap Crashead. Rencananya, karya rekaman garapan formasi Ari Fajar Yunanto (bass/vokal), Thomas Suryo Aji (gitar), Yusi Ridho

KHALASIRNA: “Kami Istimewa dengan Black Metal yang Kontras.”

Di tengah deraan pandemi, semangat band ‘gelap’ asal Bandung ini tidak surut. Usai melepas single “Voice of Anxiety”, mereka akan menyusulnya dengan peluncurkan tiga buah lagu demo plus album penuh. “Stay tune. We’re gonna blow your mind,” cetus Khalasirna ‘mengancam’. Sejauh ini, sebenarnya penggarapan album penuh Andi Lazuardy (gitar/vokal), Dimas Darmawan (bass/vokal), Billy Zulkify (dram)

ANTITRUST: “Kami Suguhkan Hardcore yang Tidak Melulu Beatdown.”

Unit hardcore dari Pulau Dewata, Bali ini menumpahkan unek-uneknya terkait banyaknya pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang terjadi hampir di seluruh belahan dunia saat ini, dimana masyarakat sipil yang memperjuangkan keadilan malah mendapat serangan dari aparat keamanan yang bersenjata lengkap ketimbang mendapatkan keadilan yang mereka perjuangkan. Kekesalan AntiTrust tersebut dicecarkan lewat single panas bertajuk “Die

SYSTEM OF A DOWN Rilis Dua Single Baru untuk Kemerdekaan Artsakh

Penantian publik metal yang mendambakan karya baru dari unit cadas asal California, AS ini akhirnya menemui ujungnya. Dua komposisi baru sekaligus bertajuk “Protect the Land” dan “Genocidal Humanoidz” mendadak diletupkan ke udara pada 5 November 2020 lalu, setelah selama 15 tahun mengalami kevakuman.  Tapi rupanya, kesibukan serta drama sarat ego yang melatarbelakangi sulitnya vokalis Serj

BLACKSWAN: “Kami Mengamalkan Perintah Al-Qur’an!”

Musik hanyalah musik. Sebuah ‘kendaraan’ untuk memuat pesan, untuk disampaikan kepada tujuan atau khalayak. Dalam konteks yang diterapkan unit cadas asal Malang ini, mereka memilih metalcore sebagai sarana pelampias misi dan visinya dalam bermusik, sekaligus berdakwah.    Seperti yang mereka terapkan di single-single yang pernah dirilis, seperti “Masif Infotainment”, “Malhamah Kubra”, “Trump” dan juga “Anti

WARKVLT: “Deathymn Merepresentasikan Black Metal Seutuhnya.”

Usai merampungkan proses rekaman album mini (EP) “Horde” pada pertengahan 2018 lalu, unit black metal asal Bandung ini langsung tancap gas menggarap materi album baru. Kali ini, Warkvlt menancapkan konsep ‘blood, fire, death’ sebagai tema sentral yang menjadi nadi album terbarunya, “Deathymn” yang diedarkan via Sadist Records. Mereka menganggap, tema tersebut sangat merepresentasikan konsep black

OMNI: “Kali Ini Eksplorasi Kami Lebih Luas.”

“Jangan menyerah pada keadaan, karena akan selalu ada jalan keluar, bagi setiap individu yang percaya!” Kalimat sarat optimisme di atas meluncur dari kubu unit alternative metal asal Jakarta Selatan ini, berkaitan dengan tema lirik single terbaru mereka yang bertajuk “Surrender”. Lagu tersebut bercerita tentang manusia yang hidup di tengah tekanan. Berbagai cara telah dilakukan, tapi

LORONG : “Kami Ingin Penggemar Loyal Saja!”

Enam tahun sejak merilis album “New Blood” dalam format rilisan fisik cakram padat, unit hardcore asal Denpasar, Bali ini kembali melakukan penyegaran terhadap album tersebut. Dengan memanfaatkan momentum hajatan Cassette Store Day 2020, Lorong yang terbentuk sejak 2007 silam ini pun meluncurkan versi kasetnya pada awal November 2020 lalu.  Eksekusi produksi kaset “New Blood” yang

REDSIX Terbaik di “Clouzine International Music Awards Fall 2020”

Unit modern rock asal Jakarta Selatan ini kembali mendulang prestasi di skena Internasional. Kali ini datang dari ajang “Clouzine International Music Awards Fall 2020” untuk kategori “Best Rock Band 2020”, berkat single mereka yang bertajuk “Vessel”. Clouzine sendiri merupakan majalah musik daring, yang cakupan ulasannya meliputi berbagai genre, termasuk electronic, world music, experimental hingga classical

HESTRAIGHT: “Kami Suka Sound Berat, Padat dan Lugas!”

Usai menjalani masa vakum pasca kehilangan dua personel mereka, plus terhadang masa pandemi Covid-19, kini unit stoner rock/heavy metal asal Gowa, Sulawesi Selatan ini menyatakan siap untuk kembali mengibarkan eksistensinya di ranah musik keras. Hasilnya sebuah demo self-titled mereka luncurkan sejak 22 Oktober 2020 lalu secara independen. Dirilis dalam format fisik (CD) yang dipaketkan dengan