Epica, band metal simfonik Belanda, akan merilis album studio ketujuhnya “The Holographic Principle” pada 30 September 2016 via Nuclear Blast. Di album yang diproduseri oleh Joost van der Broek di Sandlane Recording Facilities tersebut, band yang dihuni Mark Jansen (gitar/vokal), Coen Janssen (kibord), Simone Simons (vokal), Ariën van Weesenbeek (dram), Isaac Delahaye (gitar) dan Rob van der Loo (bass) ini sedikit menawarkan eksperimen. Terutama di lini vokal.

“Saya mencoba mengeluarkan kemampuan terbaik di setiap album,” ungkapnya. “Dan Joost (van den Broek), produser kami, sangat bagus dalam menggali segala sesuatu dari dalam diri saya. Dan lagu-lagunya sendiri, mereka hanya meminta sedikit variasi dari gaya vokal saya. Untuk itu, saya melakukan (gaya vokal) opera, rock, pop, dan di nomor balada Anda akan mendengar suara saya yang benar-benar lembut. Dan, yeah, saya juga bisa mencapai nada-nada tinggi.”

Selain itu, Simone juga tidak lupa memuji kontribusi dari gitaris Isaac Delahaye, yang bergabung dengan Epica pada 2009. “Isian gitarnya pasti lebih brutal. Juga dalam kombinasi melodi dan groove-nya. Saya pikir sejak Isaac bergabung dengan band, ia bukan hanya sebagai penulis lagu, tapi juga mengangkat level porsi gitar lagu-lagu Epica ke tingkat yang berbeda, dan menjadi lebih menarik untuk didengarkan. Saya menemukannya sendiri. Jadi, saya adalah penggemar berat karya gitarnya dan juga penulisan lagunya.”

Eksekusi untuk proses mixing dan mastering “The Holographic Principle” dilakukan oleh Jacob Hansen (Volbeat, Destruction). Epica sendiri akan memproklamirkan perilisan album ini secara resmi di Epic Metal Fest milik mereka di Belanda dan Brazil pada 1 dan 15 Oktober 2016.

Karir Epica mulai menggelinding pada 2002 di Belanda, yang dimotori oleh vokalis dan gitaris, Mark Jansen, setelah ia hengkang dari band After Forever. Setahun kemudian, Epica sudah melahirkan album debut bertajuk “The Phantom Agony” yang dirilis via Transmission Records. Tapi bisa dibilang, nama Epica baru menggaung di kancah internasional setelah merilis album studio kelima, “Requiem for the Indifferent” pada 2012. Album tersebut berhasil menembus peringkat ke-104 terlaris di Amerika Serikat versi Billboard 200. Pada Juni 2015, Epica dianugerahi Music Export Awards di Belanda karena menjadi band yang sukses di pasar internasional.

 

 

Kredit foto: Tim Tronckoe

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY