Arkenstoned… adalah sebuah band baru yang fresh hadir menancapkan bendera di ranah metal Tanah Air. Kendati demikian, para personelnya bisa dibilang bukan wajah baru di dunia musik. Ada Indra Rockcat, yang lebih dulu memulai karir sebagai gitaris session player beberapa musisi Indonesia seperti Viky Sianipar, Judika dan Melly Mono. Lalu ada Swara Wimayoga, yang lebih dikenal sebagai pembetot bass di grup rock J-Rocks dan Sobron Haki, dramer band death metal Jakarta, Panic Disorder.

Setelah resmi dibentuk pada 2012, ketiganya lantas mulai menggarap materi untuk album mini. Untuk melengkapi formasi, dua tahun kemudian Arkenstoned merekrut vokalis Arga Hermann (eks Beuty Kill Beast) dan Radit Nugroho, gitaris End Of Journey. Nama Akenstoned sendiri diambil dari nama batu yang terlibat dalam cerita fiksi populer dunia, sebuah batu yang mampu bersinar terang namun mempunyai sisi gelap seperti menggambarkan keadaan dunia sekarang ini.

Belum lama ini, Arkenstoned telah merilis single perkenalan berformat digitral, berjudul “Survival Mode” yang sarat balutan distorsi berat. Keragaman latar belakang musik dari kelima personel Arkenstoned  menjadi pemersatu dalam membentuk visi bermusik mereka. Di single tersebut, hantaman keras distorsi nan liar, disertai nada harmonisasi menjadi pengiring lirik penuh amarah. Olahan musiknya sendiri sarat elemen progresif, jazz dan hardcore yang merujuk ke unsur metalcore yang kental. “Kami mendapat referensi dari band-band seperti Dillinger Escape Plan, Everytime I Die dan Converge,” cetus bassis Wima menegaskan.

Wima sendiri tertarik mengembangkan Arkenstoned karena menyukai genre metal sejak lama. “Emang obsesi gue sebelum gabung J-Rocks sih, bisa ada di scene metal. Baru bisa kesampaian sekarang, hahaha…!”

Penggarapan rekaman “Survival Mode” dieksekusi bersama Iphe Topan sebagai produser, di bawah naungan label Three Sixty Musik.  Proses rekaman sebenarnya sudah berlangsung sejak pertengahan 2014, namun proses pengerjaannya sempat tertunda karena beberapa hal. Album debut Arkenstoned bertajuk “When Vulture Comes” sendiri rencananya akan dirilis pada November 2016 mendatang. Semoga segera terealisasi!

 

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY