Sepanjang 2015 hingga 2016, banyak hal terjadi pada The Devil Wears Prada (TDWP). Pertama, pada 7 Maret 2015, band metalcore asal Dayton, Ohio AS yang terbentuk pada 2005 silam ini pindah label rekaman. Meninggalkan Roadrunner Records dan mengikat kontrak baru dengan Rise Records pada 7 Maret 2015. Hasilnya, sebuah album mini (EP) bertajuk “Space” berisi enam lagu, yang dirilis pada 21 Agustus dan berhasil menduduki peringkat #18 terlaris di Billboard Top 200. Tapi di penggarapan album tersebut, gitaris sekaligus salah satu pendiri TDWP, Chris Rubey tak lagi bergabung. Ia mengundurkan diri 10 hari setelah TDWP pindah label. Akhirnya, pengisian gitar di “Space” dieksekusi oleh  Kyle Sipress, gitaris baru mereka.

Perubahan formasi band kembali terjadi pada 2 Juli 2016. Kali ini giliran dramer Daniel Williams yang mengundurkan diri. Tapi tak cukup sebulan, TDWP langsung menemukan dramer pengganti, yakni Giuseppe Capolupo (Demise of Eros, Haste the Day, Once Nothing) yang lantas dilibatkan di penggarapan album baru, “Transit Blues”. Giuseppe melengkapi formasi Mike Hranica (vokal), Jeremy DePoyster (gitar), Andy Trick (bass), Jonathan Gering (kibord) dan Kyle Sipress.

“Transit Blues” yang direkam di Sonic Debris, Long Island, New York akan dirilis pada 7 Oktober mendatang. Namun sebelumnya telah dipanaskan lewat peluncuran single “Daughter” pada 18 Juli 2016 lalu, sebuah komposisi yang mengawinkan keeleganan metal dengan spontanitas ala punk dan kelenturan alternatif. Di album baru yang memuat 11 lagu fresh kembali digarap bersama produser Dan Korneff (Pierce The Veil, Motionless in White).

Mike Hranica menegaskan bahwa perubahan-perubahan yang mereka alami belakangan, menjadi tema utama yang menginspirasi “Transit Blues”. “Kami menjalani tur tanpa henti, dari satu tempat ke tempat lain. Terkuras secara fisik dan mental. Dulu, kemarahan adalah inspirasi terbesar (untuk album). Kini, perpisahan dan kedukaan adalah topik yang lebih dominan. Menjadi kosong, terutama perpisahan yang terjadi akibat melakukan perjalanan (tur).”

Bukan hanya lirik yang mengalami pergeseran, tapi juga menjalar ke proses penggarapan album. Kali ini tak ada personel yang terpisah. Mereka secara khusus menyewa rumah di kawasan Watertown, WI dan Sawyer, MI untuk menggarap “Transit Blues”. “Jadi kami bisa melakukan jamming kapan pun kami mau. Kami bisa beristirahat, berbagi bir, atau bermain bola. Kami selalu berdekatan dan mernulis (lagu) secara natural.”

“Usia band kami sudah 11 tahun, tapi kami selalu merasa baru dalam banyak hal,” cetus Jeremy DePoyster. “Ini album penuh pertama kami dimana kami menggarapnya secara bersama-sama. Ikatan hubungan yang terbaik sejauh ini. Prada telah memiliki kehidupan baru dan kami benar-benar menghirupnya.”

 

Kredit foto: Anthony Barlich

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY