Pejuang deathcore asal California, AS, Suicide Silence jauh-jauh hari sudah mengumumkan jadwal perilisan album barunya. Kali ini bertajuk self-tittled dan akan dirilis pada Februari 2017 mendatang, via Nuclear Blast Entertainment. Band yang ikut menggetarkan panggung Bandung Sonic Fair 2016 pada 28 Agustus lalu ini bekerja sama dengan Ross Robinson, produser yang pernah dipercaya mengasah proses rekaman album Korn, Slipknot, Limp Bizkit dan Sepultura untuk mendapatkan formula yang pas.

Mark Heylmun, gitarisnya, sedikit membocorkan konsep yang ia terapkan di album baru tersebut. Ia menyebut ada pendekatan ‘punk rock’ dalam meracik komposisi-komposisi lagunya. “Sangat kasar dan ‘hidup’, semuanya kami yang mainkan. Tidak ada tipuan-tipuan komputer. Tidak akan terdengar seperti jurus-jurus dari Pro Tools atau Logic. Kami menggunakan mikrofon, dram dan ampli-ampli sungguhan. Real fucking everything.”

Tidak main-main. Mark, gitaris Chris Garza, dramer Alex Lopez, bassis Dan Kenny serta vokalis Hernan “Eddie” Hermida bahkan juga menggarap album “Sucide Silence” menggunakan pita rekaman analog untuk mendapatkan efek ‘nyata’ yang mereka inginkan. “Benar-benar akan menjadi sesuatu yang berbeda bagi banyak disaksikan. Seperti (menyaksikan) sebuah kecelakaan mobil, mata orang-orang akan terus ingin melihatnya.”

Dua tahun lalu, tepatnya Juli 2014, Suicide Silence merilis “You Can’t Stop Me”, album pertama yang melibatkan vokalis baru, Hernan “Eddie” Hermida. Eddie bergabung menggantikan Mitch Lucker yang meninggal secara tragis pada sebuah kecelakaan motor, pada 1 November 2012.

Suicide Silence dibentuk pada 2002 dan sejauh ini sudah merilis empat album studio, yakni “The Cleansing” (2007), “No Time to Bleed” (2009), “The Black Crown” (2011) dan “You Can’t Stop Me” serta empat album mini (EP). Pada 2009, mereka dinobatkan sebagai “Best New Talent” di ajang Revolver Golden God.

Berikut video live lagu “Cease to Exist” dari album “You Can’t Stop Me”:

 

Kredit foto: James Kilian

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY