Blackteeth bersiap menggelindingkan album baru pada November 2016. Pemanasannya sudah dilakukan lewat single baru bertajuk “Anjing Kantor” yang sudah dapat dinikmati di berbagai portal digital antara lain iTunes, Spotify, Deezer, Joox serta layanan music streaming lainnya. Ada yang berubah? Banyak. Tapi yang jelas, band punk asal Jakarta ini tetap berani dalam cecaran lirik. Seperti mobil yang blong remnya. Vulgar dan tanpa basa-basi.

“Anjing Kantor” sendiri menceritakan konflik batin dan dualisme seorang pekerja di Jakarta. Dualisme di dalam lagu ini digambarkan Blackteeth dalam dua bagian. Bagian pertama bertempo ballad yang dianggap mewakili semangat dan alasan seseorang untuk bekerja. Namun pada bagian kedua lagu tersebut berubah bertempo cepat, yang mewakili konflik yang dirasakan oleh sang pekerja di kantor.

Ada sembilan lagu yang termuat di album baru Blackteeth nantinya. Dan kepada MUSIKERAS, vokalis Said Satriyo membocorkan bahwa ada tiga lagu yang muatan liriknya masuk kategori Parental Advisory. “Kali ini tema-temanya masih meng-capture kehidupan sehari-hari. ‘Anjing Kantor’ sendiri sebenarnya merupakan sekuel dari lagu yang berjudul ‘Party Dog’, dari album pertama.”

Salah satu hal yang menarik dalam proses penggarapan single ini adalah direkam di tiga studio yang berbeda, yakni di studio MasakSuara, di studio milik gitaris Coki Bollemeyer dan di Weird Mansion punya Mono a.ka. Jones, sang konseptor Neurotic. Mono juga mengisi instrumen organ Hammond di lagu tersebut.

Sejarah Blackteeth dimulai oleh Said Satriyo ketika mengunggah lagu-lagu ciptaannya di SoundCloud pada 2013 lalu. Karena tidak ingin dikenal sebagai musisi solo, maka konsep awal sebagai one-man project pun bergeser menjadi band. Satriyo lalu mengajak Coki Bollemeyer (NTRL/Sunyotok), bassis Jerremia L. Gaol (Sunyotok) dan dramer Eno Gitara (NTRL) untuk bergabung pada awal Januari 2014 dan memilih Blackteeth sebagai nama band.

Pada September 2014, Blackteeth merilis album perdananya yang didistribusikan oleh Demajors, yang diperkenalkan lewat single “Bodo Amat” yang sangat mewakili karakter musik Blackteeth yang ugal-ugalan dan tanpa basa-basi. Album ini lumayan menuai kontroversi karena lirik-liriknya yang sangat vulgar dan tanpa sensor.

Lebih jauh tentang album baru Blackteeth, baca wawancara lengkapnya di majalah digital MUSIKERAS (gratis) yang akan diterbitkan pada 15 Oktober 2016 mendatang.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY