Rody Walker (vokal), Luke Hoskin (gitar/vokal), Tim MacMillar (gitar/vokal) dan Michael Ieradi (dram) – yang tergabung dalam band metal progresif Protest The Hero – menempuh risiko tinggi sekaligus unik dan eksperimental saat penggarapan album terbarunya, “Pacific Myth”, yang akan dirilis pada 18 November 2016 mendatang via label Razor & Tie. Enam lagu dengan total durasi lebih dari 35 menit yang termuat di album tersebut merupakan rangkuman dari rekaman selama enam bulan.

protest-the-hero-pacific-myth

Ceritanya, mereka mengikrarkan janji kepada para penggemar setianya, akan merilis satu lagu setiap tanggal 15 setiap bulannya, selama enam bulan. Dimulai pada 15 Oktober 2015, mereka merilis lagu “Ragged Tooth”. Lalu berturut-turut merilis “Tidal”, “Cold Water”, “Cataract (feat. Michael Ciccia)”, “Harbinger” dan terakhir “Caravan” pada 15 Maret 2016.

Nah, lewat “Pacific Myth”, untuk pertama kalinya keenam lagu yang tadinya dipasarkan lewat Bandcamp tersebut disatukan dan dirilis dalam format fisik. Tepatnya, dikemas dalam format piringan 180-gram purple swirl vinyl, lengkap dengan desain sampul dari rilisan masing-masing lagu. Lalu ada pula tambahan bonus desain hoodies dan t-shirt.

Rekaman dengan cara ini melahirkan tantangan yang penuh risiko. Karena mau tidak mau, para personel band asal Ontario, Kanada tersebut hanya punya sedikit waktu untuk melahirkan setiap lagu.  “Ini benar-benar rekaman eksperimental,” cetus mereka. “Normalnya, kami bisa menghabiskan waktu sebanyak yang kami mau untuk menggarap album. Tapi di ‘Pacific Myth’, kami tak mendapatkan kemewahan seperti itu. Batas akhirnya sangat ketat dan tidak memberikan peluang untuk berpikir banyak. Tidak ada kerja pengulangan agar semuanya menjadi aman. Kali ini, kami benar-benar total mengerahkan nyali saat rekaman dan kami sangat bangga dengan hasilnya.”

Nama Protest the Hero mulai terdengar ketika merilis album mini pertama bertajuk “Search for the Truth” pada 2002. Tiga tahun kemudian, mereka merilis, “Kezia”, album penuh pertama yang diedarkan secara independen via label Underground Operations. Sebelum “Pacific Myth”, Protest the Hero juga sudah merilis album “Fortress” (2008), “Scurrilous” (2011) dan “Volition” (2013).

Berikut video musik resmi lagu “Clarity” dari album “Volition” yang dirilis pada 29 Oktober 2013 lalu:

 

Kredit foto: Chris Preyser

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY