Voxa, band pemuja aliran rock & roll blues asal Jakarta akhirnya resmi merilis album debutnya, “Spirit Of Rock N’ Roll” via Variant Records lewat sebuah showcase di Wapres Bulungan, Blok M, Jakarta Selatan, 7 Oktober 2016 lalu. Voxa yang diperkuat formasi Arnold (vokal), Ali (dram), Yudi (bass), Aldri (gitar) dan Hendri (gitar) menyodorkan “Save Indonesia” sebagai single unggulan perdana dari album tersebut.

Kebebasan menjadi kekuatan utama yang ingin ditonjolkan visi bermusik Voxa. Salah satu alasan yang melatari judul albumnya. “Menurut kami, rock n roll blues adalah musik kebebasan, dalam arti kebebasan berkarya, kebebasan memberikan pesan moral dan kebebasan bermusik intinya,” cetus pihak band, kepada MUSIKERAS.

Saat penggarapannya sendiri, termasuk penulisan lagu, Voxa membutuhkan waktu sekitar setahun. Dimulai sekitar awal 2015, Voxa langsung tancap gas menggarap materi lagu sendiri dan masuk dapur rekaman sekitar enam bulan kemudian. Proses rekaman dieksekusi di Allisional Studio selama enam bulan, lalu dilanjutkan proses mixing selama dua bulan dan mastering 14 hari di Def Jones Studio, Jakarta. Pertengahan Agustus 2016, Voxa pun dipertemukan dengan Variant Records.

“Proses penulisan lagu sendiri nggak begitu sulit, karena kami menulis dari apa yang kami lihat di sekeliling kami, dan dalam segi luasnya tentang apa yang terjadi di Indonesia‎.”

Tapi bukannya tak ada tantangan. Secara teknis, mereka menemukan itu saat proses take untuk vokal. “Karena kami butuh reverb room yang natural. Jadi kami cari kamar yang sudah dijadiin gudang dan Alhamdulillah, ada teman di Bandung yang kebetulan punya gudang yang cocok dengan kebutuhan take vokal‎ dan dipersilahkan untuk memakai gudang tersebut.”

Single “Save Indonesia” menjadi salah satu nomor kebanggaan, dari 10 lagu yang termuat di “Spirit Of Rock N’ Roll”. Alasannya, karena di lagu itu mereka bisa memasukkan unsur musik rock n roll yang sederhana dengan sentuhan riff blues rock dan juga sentuhan feel-feel gitar yang saling melengkapi. “Musiknya padat dan sangat harmonis dengan lirik-liriknya, yang akhirnya menurut kami, pesan-pesan moral yang kami tulis bisa mudah dimengerti oleh pendengar.”

Voxa sendiri dibentuk pada akhir 2013 oleh formasi Arnold, Yudi dan Ali. Sejak awal, trio ini sudah menggeber semangat rock & roll blues yang dipadukan dengan lirik bermuatan tema kemanusiaan, kritik sosial, politik hingga kehidupan alam semesta. Pada awal 2014, Aldri direkrut untuk mengisi posisi gitaris tambahan (additional). Tapi pada 7 November 2014, Voxa menetapkan formasi berlima, dengan bergabungnya Aldri dan Hendri (gitar) sebagai anggota resmi.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY