Lagi, band seru asal Bali lahir ke ‘permukaan’ dunia bawah tanah. Bukan metal atau punk, tapi band bernama Mort yang dihuni kuartet Angga Baskara (vokal), Putu Wicaksana (gitar), Weda Adnyana (bass) dan Bagus Rangga (dram) ini menyebut musiknya dengan istilah Radical Rock. Referensi secara musikal datang dari berbagai arah, antara lain dengan mendengarkan musik-musik dari Municipal Waste, SpeedWolf, Wolfbrigade, Black Sabbath, Komunal, (((AUMAN))), Black Flag hingga Natterjack.

Kenapa radikal? “Karena merupakan gabungan dari beberapa sub genre seperti rock, punk, thrash metal dan stoner. Konsepnya adalah ingin memunculkan gairah baru dalam skena bawah tanah di Bali,” ungkap pihak Mort kepada MUSIKERAS.

Selain itu, karena tema lirik-lirik lagu band yang terbentuk awal 2015 ini juga didominasi gelagat ketidakbenaran situasi-situasi di sekitar lingkungan hidup mereka. Sarat omelan tentang pandangan-pandangan Mort atas apa yang terjadi di sekelilingnya, tepatnya di tengah masyarakat seperti balap liar, trek-trekan, oknum-oknum rakus kekuasaan, serta keinginan untuk dipandang lebih dalam skena tempat Mort berkubang.

Dua single yang menggambarkan keberingasan lirik Mort sudah dirilis akhir tahun lalu, yakni bertajuk “Beringas” dan “Berontak!!!”. Dan sebagai ujud eksekusi totalnya, dua nomor pemanasan tadi dilengkapi dengan dirilisnya album mini berjudul “Berontak!!!”, yang telah resmi diluncurkan 13 Oktober 2016 lalu secara independen. Mereka menghajar kuping penggemarnya lewat lima lagu sarat kebisingan di album mini tersebut, yang berjudul “Intimidasi Raksasa Negeri”, “Cerita Malam Suram”, “Berontak!!!”, “Mmenjejal Ajal” dan “Beringas”. Keseluruhan bisa didengarkan via www.mortradical.bandcamp.com.

Mort menuturkan, “Berontak!!!” sendiri merupakan jawaban dari ketidaksukaan mereka terhadap hal-hal yang berbau trek-trekan, balap liar, kerakusan aparat, dan rasa ingin diakui di dalam skena itu sendiri. Vokalis Angga Baskara juga menambahkan bahwa ini adalah salah satu cara untuk mengeritik tanpa harus takut terkena sensor apa pun.

“Penggarapan album ‘Berontak!!!’ berlangsung sekitar tiga bulanan. Persiapan yang dilakukan Mort sama seperti band-band lainnya, yakni mempersiapkan mental, dana, dan lagu tentunya. “Pengalamannya seru, karena ini pertama kali bagi kami menggarap album,” seru mereka menutup perbincangan dengan MUSIKERAS.

 

 

 

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY