Band beraliran death metal brutal asal Purwokerto ini memilih ‘menyembunyikan’ identitasnya lewat topeng yang dikenakan. Termasuk nama personelnya juga ikut disamarkan, yaitu Xvomit (vokal), Cvomit (gitar), Dvomit (bass) dan Bvomit (dram). Kenapa? “Karena berkarya juga tidak perlu memperlihatkan muka atau jati diri. Konsep itu juga mewakili tema musik kami. Kami ingin mencoba sesuatu yang baru, yang belum pernah kami lakukan di band-band kami sebelumnya,” cetus Vomitology kepada MUSIKERAS, meyakinkan.

 

Keunikan lainnya, Vomitology yang dibentuk pada 18 Februari 2014 lalu ini juga tidak ingin terjebak mengumbar tema-tema gory di lirik-lirik lagu mereka, seperti tipikal band-band sejenis. “Kami memilih konsep psikopat dalam musik kami!” Dan tema itulah yang lantas melumuri sekujur album debut mereka yang dirilis November 2016 bertajuk “Ectotherms Butchers Architect” via Limited Blasting Production Indonesia.

Konsep dan tema lirik yang disemburkan Vomitology memang terbilang sangar, dimana mereka mengedepankan figur para psikopat pembunuh berantai. “Ectotherms Butchers Architect” didominasi cecaran seputar kehidupan psikopat, atau bahkan tentang kisah nyata kejadian pembunuhan sadis yang pernah ada.

“Secara bahasa (judul album) dapat diartikan sebagai ‘Penciptaan Karakter Pembunuh Berdarah Dingin’. Ide tersebut datang sejak kami memutuskan untuk menciptakan karakter topeng ini dalam musik kami. Seperti yang kami jelaskan tadi, konsep lirik kami lebih menekankan pada psikopat, dari segi segala pola pikirnya, sudut pandang , dan kejiwaannya. Ada beberapa lagu yang kami coba untuk menceritakan ulang sebuah kejadian nyata tragis yang dilakukan oleh psikopat.”

Sejak awal terbentuk, Vomitology selalu dimotori oleh empat musisi – yang kerap berganti-ganti formasi – yang menggenggam misi dan visi yang sama, yakni ingin berjuang memperkenalkan skena Purwokerto Death Metal ke kancah yang lebih luas lewat karya-karya mereka. Dari segi olahan musik, Vomitology menyebut Abominable Putridity, Visceral Disgorge, Pantera dan Cerebral Effusion sebagai sumber inspirasi. Sebelum merilis “Ectotherms Butchers Architect”, Vomitology telah mengumbar beberapa single seperti “The Incision of Silent” (April 2015) serta “The Invasion of Noise” yang termuat di album “Indonesian Metal Compilation” rilisan Xenophobic Records (Australia).

Berikut susunan lagu yang termuat di “Ectotherms Butchers Architect”: 1) Psychological Mental Disfigurement, 2) Schizoaffective Delusion, 3) Sychomorph, 4) The Incision of Silent, 5) 44 days (Junko Furuta, 1988), 6) Design of Endless Lust, 7) Necrophilia, 8) Plain Face Killer, 9) Purification Surgery, 10) Embryonal Injected, 11) The Existance of Perfectionism.

 

 

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY