SiksaKubur adalah salah satu pengibar death metal senior di skena ‘bawah tanah’ Indonesia yang sampai saat ini masih terpancang kuat reputasinya. Walau cukup sering diterpa drama pergantian personel, ‘bola panas’ band asal Jakarta ini tetap tak berhenti bergulir. Dan bulan depan, tepatnya 2 November 2016, album studio terbaru Siksa Kubur – atau yang kedelapan – yang bertajuk “Mazmur: 187“ siap menghajar gendang telinga para pemujanya.

Jika tak ada perubahan rencana, album yang bakal dirilis di bawah bendera Armstretch Records tersebut, akan diedarkan dalam format cakram padat (CD) dan piringan hitam (vinyl). Armstretch Records sendiri sebelumnya juga sukses merilis album milik Deadsquad dan Death Vomit. Dan kini juga tengah menyiapkan perilisan album baru StraightOut.

Formasi SiksaKubur saat ini, yakni Andre Tiranda (gitar), Rudy Gianja (vokal), Gilang (bass), Adhytia Perkasa (dram) dan gitaris baru, Ricky Rangga menggarap “Mazmur: 187“ di sebuah studio rekaman di Surabaya, tepatnya di Nada Musika. Konsep musiknya masih tetap menggerus berbagai aspek dari death metal, yang banyak diserap dari ajaran-ajaran band macam Death, Terrorizer, Morbid Angel, Obituary hingga Cannibal Corpse.

Lalu apa maksud di balik judul albumnya? Menurut Andre yang menjadi motor utama SiksaKubur, kata’ Mazmur’ bermakna puji-pujian bagi umat Kristiani, sedangkan angka ‘187’ adalah kode internasional untuk pembunuhan. “Jadi ini semacam puji-pujian untuk para pembunuh legendaris dunia,” seru Andre tanpa basa-basi.

SiksaKubur terbentuk di Jakarta Timur pada 6 Juli 1996, dimana nama tersebut dicetuskan oleh Andyan Gorust, dramer yang kini mengibarkan Hellcrust, setelah hengkang dari Deadsquad pada Februari 2017. Awalnya diperkuat formasi Japra pada (vokal), Andyan Gorust (dram), Ade Godel (gitar) dan Burgenk (bass). Formasi ini melahirkan album debut “The Carnage” (2001) yang dirilis via Extreme Soul Production dalam format kaset dan CD, yang berhasil terjual sebanyak 1000 keping (CD) dan 500 keping kaset. Andre Tiranda sendiri bergabung setelah perilisan album “Back To Vegeance” (2002) menggantikan posisi Ade Godel, dan langsung terlibat di penggarapan album “Eye Cry” (2003)  (Rottrevore Records). Selanjutnya, SiksaKubur berturut-turut merilis album “Podium” (2007), “Tentara Merah Darah” (2010), “St.Kristo” (2012) dan “Siksakubur” (2014).

Lebih jauh tentang “Mazmur: 187”, simak obrolan eksklusif MUSIKERAS dengan Andre Tiranda di Majalah Digital MUSIKERAS edisi#2 (15 November 2016) yang bisa diunduh secara gratis di laman ini.

 

 

Kredit foto: Adi Wirantoko

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY