Yes, akhirnya kabar perilisan album terbaru Sepultura mencuat juga. Januari tahun depan, salah satu pionir metal Brasil tersebut bakal meluncurkan “Machine Messiah” ke massa metal dunia, tepatnya pada 13 Januari 2016 via label Nuclear Blast. Album tersebut digarap Paulo Xisto Pinto, Jr (bass), Andreas Kisser (gitar), Derrick Green (vokal) dan Eloy Casagrande (dram) bersama produser Jens Bogren (Soilwork, Opeth, Amon Amarth) di Fascination Street Studios, Swedia. Sementara desain sampul depan album yang bernuansa robotik dieksekusi oleh seniman asal Filipina, Camille Della Rosa.

“Saya mengetahui karya-karya Camille Della Rosa setelah melakukan riset seniman-seniman alternatif untuk pengerjaan cover album,” ujar Andreas Kisser menerangkan. “Saya telah menemukan konsep album ‘Machine Messiah’ tersebut di benak saya. Ketika saya menemukan karya dia (Camille), saya benar-benar terkesan, penuh warna dan makna, sangat unik dan ‘hidup’. Sempurna sekali untuk konsep (album) kami. Dia memiliki kekuatan dalam karyanya!”

Inspirasi utama seputar “Machine Messiah”, lanjut Andreas, adalah robotisasi dalam kehidupan masayarakat saat ini. Konsep sebuah ‘God Machine’ yang menciptakan kemanusiaan sepertinya telah menutup lingkarannya dengan sendirinya, kembali ke fase awal. “Kita berasal dari mesin dan kini kembali ke mesin. ‘The messiah’, saat kita kembali, bakal berupa robot, atau manusia buatan, penyelemat berupa bio-mechanical.”

“Saya sangat senang dengan hasil segalanya di ‘Machine Messiah’. Sebuah album Sepultura dengan arah serta intensitas baru. Sebuah tantangan baru, sebuah langkah maju! Tidak sabar untuk segera memperdengarkannya pada dunia.”

Salah satru lagu dari album baru tersebut, “I Am The Enemy” sudah dimainkan Sepultura di Rock Al Parque Festival, Parque Simón Bolívar di Bogota, Kolumbia pada 2 Juli 2016 lalu. Menurut Derrick Green, album baru Sepultura sangat menggairahkan, karena ia yakin para penggemarnya bakal tidak mengetahui seperti apa yang bakal disajikan. “Tapi mereka tahu bahwa album Sepultura akan selalu berbeda dibanding sebelumnya. Saya pikir itu yang membuat kami menjadi musisi yang lebih baik, dan saya rasa itu yang diharapkan penggemar kami.”

Sepultura dibentuk oleh dua bersaudara, Max dan Igor Cavalera pada 1984 silam. Namun masing-masing hengkang dari band tersebut pada 1996 dan 2006, yang lantas digantikan oleh Derrick Green dan Eloy Casagrande. Sepultura mencapai era keemasannya saat merilis album “Arise” (1991), “Chaos A.D.” (1993) dan “Roots” (1996) yang secara keseluruhan telah terjual sebanyak lebih dari 20 juta keping di seluruh dunia. Formasi terbaik Sepultura, yakni Max, Andreas, Paulo, dan Igor pernah menggelar konser di Stadion Lebak Bulus, Jakarta pada 8 Juli 1992 dan di Stadion Tambaksari, Surabaya pada 11 Juli 1992 silam.

Susunan lagu di “Machine Messiah”: 1) Machine Messiah, 2) I Am The Enemy, 3) Phantom Self, 4) Alethea, 5) Iceberg Dances, 6) Sworn Oath, 7) Resistant Parasites, 8) Silent Violence, 9) Vandals Nest, 10) Cyber God

 

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY