Setahun lebih setelah merilis album “Venom”, pasukan metal asal Wales, Bullet For My Valentine kini telah bersiap lagi dengan kumpulan materi baru. Sejak 7 November lalu, Matthew “Matt” Tuck (vokal, gitar), Michael “Padge” Paget (gitar), Michael “Moose” Thomas (dram) dan Jamie Mathias (bass) telah memanaskan mesin distorsinya lewat sebuah video dari single terbarunya yang bertajuk “Don’t Need You”. Video tersebut dieksekusi oleh Ville Juurikkala, sutradara yang di antaranya pernah menggarap video promo untuk Nightwish, Amorphis, HIM dan Apocalyptica. Namun detail mengenai album terbaru mereka belum dirilis pihak label rekaman barunya, yakni Search And Destroy/Spinefarm Records.

Tentang konsep video “Don’t Need You” sendiri, Matt Tuck menyebutnya sebagai sebuah penggambaran kontras keagungan dan kekotoran yang terjadi dalam sebuah perayaan perkawinan. “Gereja tempat kami mengambil gambar sangat sempurna. Bukan tipikal tempat pesta pernikahan yang Anda kenal. Kami ingin terlihat megah dan penuh ornamen, namun di bawah semua itu, sedikit kotor. It’s heavy, it’s dark, it’s super-epic, it’s signature Bullet!”

Album “Venom” yang dirilis RCA Records pada Agustus 2015 lalu merupakan album pertama Bullet For My Valentine bersama bassis baru Jamie Mathias yang menggantikan Jason James, dan juga merupakan album terakhir di bawah payung RCA Records.

Bullet for My Valentine yang dibentuk di Bridgend, Wales pada 1998 silam ini mendapatkan atensi internasional pertamanya setelah merilis album kedua, “Scream Aim Fire” pada 29 Januari 2008. Album yang memuat  hit “Scream Aim Fire”, “Hearts Burst into Fire” dan “Waking the Demon” tersebut berhasil menembus peringkat keempat terlaris di Amerika Serikat versi Billboard 200. Dua tahun kemudian merilis “Fever”, album yang bahkan mencetak prestasi lebih fantastis, naik satu peringkat ke posisi tiga di chart yang sama. Dari keseluruhan albumnya, yakni “The Poison” (2005), “Scream Aim Fire” (2008), “Fever” (2010), “Temper Temper” (2013) dan “Venom”, band yang telah dua kali menggelar konser di Jakarta ini telah mencetak angka penjualan sebesar lebih dari satu juta keping di seluruh dunia.

 

 

 

 

 

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY