Setelah menerjang kuping penggemarnya lewat tiga single baru bertajuk “Anjing Kantor”, “Setan” dan “Pengecut” yang dirilis terpisah, akhirnya Said Satriyo (vokal), Coki Bollemeyer (gitar), Jerremia L. Gaol (bass) dan Eno Gitara (dram) yang tergabung dalam Blackteeth meluncurkan album keduanya yang bertajuk “Bleki” dalam format digital. Bagi peminat, bisa membelinya di portal        digital  seperti iTunes, Spotify, Deezer, Joox serta layanan music streaming lainnya. Sementara untuk album fisik dalam format cakram padat (CD) akan menyusul segera.

Terdapat sembilan lagu di album kedua band punk rock ‘hajar-bleh’ ini. Beberapa  lagu di antaranya merupakan sekuel dari lagu yang ada di album pertama. Misalnya lagu “Anjing Kantor” yang merupakan lanjutan dari lagu “Party Dog”, lalu lagu “Sikat Boti, Awas Mati!” juga merupakan sekuel dari lagu “Belom Cebok”.

Di album kedua ini, dari segi lirik, Blackteeth tidak meninggalkan ciri khasnya, yakni kembali dengan gaya bertutur yang tanpa kiasan atau basa- basi. Misalnya di lagu “Pengecut” yang belum lama ini diluncurkan. Said Satriyo yang menulisnya, menyoroti sifat dan sikap pengecut yang sering terlihat di lingkungan sekitarnya. Lewat siaran persnya, Satryio menyebut sikap salah satu rapper yang saat ini tengah ramai diomongin, sebagai contoh kasus. Untuk ‘memvisualisasikan’ lirik tersebut dalam musik, Satriyo menekankan pada dinamika, untuk mengimbangi satu kord yang dimainkan di lagu ini.

Di album “Bleki”, Blackteeth menyebut ada tiga lagu yang muatan liriknya masuk kategori Parental Advisory. “Kali ini tema-temanya masih meng-capture kehidupan sehari-hari,” cetus Satryio kepada MUSIKERAS, beberapa waktu lalu.

Sejarah Blackteeth dimulai oleh Said Satriyo ketika mengunggah lagu-lagu ciptaannya di SoundCloud pada 2013 lalu. Karena tidak ingin dikenal sebagai musisi solo, maka konsep awal sebagai one-man project pun bergeser menjadi band. Januari 2014, Satriyo membentuk Blackteeth dengan mengajak Jerremia (Sunyotok) serta dua personel NTRL, yakni Coki dan Eno. Pada September 2014, Blackteeth merilis album perdananya yang didistribusikan oleh Demajors, yang diperkenalkan lewat single “Bodo Amat” yang sangat mewakili karakter musik Blackteeth yang ugal-ugalan dan tanpa basa-basi. Album ini lumayan menuai kontroversi karena lirik-liriknya yang sangat vulgar dan tanpa sensor.

Lebih jauh tentang “Bleki”, bisa dibaca di Majalah Digital MUSIKERAS #1 yang bisa diunduh (download) gratis di portal ini.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY