Kasak-kusuk penuntutan royalti album rekaman yang diajukan band metalcore asal Florida, AS, A Day To Remember (ADTR) kepada bekas label rekamannya, Victory Records lewat jalur hukum sejak Mei 2011 lalu akhirnya berbuah manis. Lewat proses pengadilan yang alot selama lebih dua minggu di Illinois, delapan juri yang mengawal proses hukum tersebut memutuskan ADTR berhak atas pembayaran royalti sebesar USD 4 juta, atau sekitar 54 milyar jika dirupiahkan. Angka itu merujuk pada kerugian yang dialami ADTR atas kekurangan pembayaran royalti penjualan album, termasuk yang berformat digital serta merchandise.

Angka tersebut sebenarnya lebih kecil dari tuntutan awal ADTR terhadap Victory Records, yakni sebesar USD 75 juta. Pihak label sebelumnya mempermasalahkan pembayaran royalti karena adanya niat ADTR untuk pindah ke label yang lebih besar sementara mereka dianggap belum memenuhi kewajiban, yaitu baru merilis tiga album: “For Those Who Have Heart” (2007), “Homesick” (2009) dan “What Separates Me From You” (2010) – dari lima album yang disepakati dalam kontrak rekaman. Namun menurut pihak ADTR, dua album konser yang dirilis via iTunes seharusnya juga sudah masuk hitungan kontrak. Pihak Victory Records sendiri sempat menawarkan penyelesaian secara damai sebanyak dua kali, yakni pada Agustus 2011 dan pada 2013, namun ditolak oleh pihak ADTR.

Kemenangan tersebut disambut vokalis Jeremy McKinnon, gitaris Neil Westfall dan Kevin Skaff, bassis Joshua Woodard dan dramer Alex Shelnutt dengan penuh suka cita. “Seperti yang kalian sudah tahu, lebih dari lima tahun lalu, kami mengajukan tuntutan hukum terhadap Victory Records untuk mencari kebebasan dan resolusi atas beberapa isu antara kami dan label. Selama dua minggu belakangan, kami berjuang atas kasus kami ini. Dan para juri datang dengan keputusan mutlak yang menjamin kebebasan dan resolusi kami. Terima kasih untuk para penggemar kami yang tetap mendukung kami di masa-masa sulit, kami tak mampu melewatinya tanpa kalian semua. Ini bukan sekadar kemenangan, tapi juga sebuah kemenangan untuk setiap band yang telah diperlakukan dengan salah. Yang benar tidak selalu menang, tapi kemarin kami berhasil melakukannya,” ungkap pihak band lewat siaran pers resminya.

ADTR yang terbentuk pada 2003 silam, sejauh ini sudah merilis enam album, termasuk debut “And Their Name Was Treason” (2005) serta dua album yang dirilis via label ADTR sendiri, yakni “Common Courtesy” (2013) dan “Bad Vibrations” (2016). Album terakhir yang diperkuat single “Paranoia”, “Bad Vibrations”, “Bullfight”, “Naivety”, “We Got This” berhasil bertengger dalam peringkat 10 besar terlaris di Australia, Amerika Serikat, Inggris, Austria, Jerman dan Kanada.

 

 

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY