Untuk ketiga kalinya, band rock alternatif dari Kuala Lumpur, Malaysia, Beatburns hadir lagi di Jakarta. Tepatnya, band yang kini dihuni formasi Lynd (vokal), Moe (gitar), Zik (gitar), Aron (bass), Eman (synth/strings/multi instrumen) dan Gast (dram) ini tampil di depan penonton atau pengunjung helatan Jakcloth 2016 yang berlangsung di Parkir Timur Senayan, Jakarta, mulai 30 November sampai 4 Desember 2016 lalu. Kedatangan Beatburns kali ini bertepatan dengan promo perilisan single terbaru mereka, “Ice Cream”, yang merupakan salah satu dari 10 lagu baru yang tertuang di album penuh “Rebirth”. Album yang diedarkan via label Universal Music Group tersebut sudah tersedia di pasar digital Spotify dan iTunes.

Walaupun awalnya, konsep musik Beatburns banyak terpengaruh band-band rock modern seperti Flyleaf, Taking Back Sunday, The Academy Is, Underoath, Tsunami Bomb, Paramore hingga Story of The Year, namun lewat “Ice Cream”, band ini perlahan mulai merambah elemen lain yang lebih luas, dengan memberi imbuhan bernuansa heavy/dark pop punk.

“Setelah menjalani tahun demi tahun, kami mulai membayangkan genre lain,” ungkap pihak band kepada GITARPLUS. “Album ‘Rebirth’ telah memperlihatkan elemen yang variatif seperti electro, industrial, rock, reggae, folk, yang dilebur dengan menyesuaikan ‘rasa’ kami sendiri.”

Dan lebih jauh tentang “Ice Cream” sendiri, menurut mereka, memang sudah terpikirkan sejak lama, dimana mereka ingin membuat sebuah lagu yang tidak terlalu bernuansa band. “Ice Cream” sendiri dirampungkan hanya dalam waktu 30 menit. “Moe datang dengan riff-riff, dan lantas meleburnya dengan beberapa suara sample, kemudian menggabungkannya dengan lirik dari Lynd serta elemen dari personel lainnya.”

Tentang penampilan di Jakarta sendiri, Beatburns menyebutnya memberi makna tersendiri, dengan pengalaman seru yang berbeda-beda. “Budaya musik serta atmosfirnya memberi kami cara pandang baru terhadap musik. Orang-orangnya asyik, makanan enak dan mendapatkan banyak teman.”

Dan yang tak terlupakan adalah penampilan perdana mereka di ajang Jakcloth 2012, dimana mereka berhasil merekam dan merampungkan sebuah lagu di Jakarta dalam waktu yang sempit. “Kami merekam lagu ‘Tanpa Hari Esok’ dalam waktu 8 jam! Kami menyelesaikannya tepat waktu sebelum tidur sejenak selama dua jam sebelum bergegas ke bandara untuk mengejar jadwal terbang kembali ke Malaysia. Haha!”

Beatburns yang pernah meraih peringkat runner-up pertama di ajang “Hard Rock Rising Battle of The Bands – London Calling 2012” di Penang, Malaysia terbentuk sejak pertengahan 2009, digagas oleh Aron dan vokalis Celine. Beberapa bulan setelah merilis album mini, Celine harus melanjutkan studi ke luar negeri dan tidak bisa meneruskan karirnya bersama Beatburns yang pada saat itu juga sudah dihuni Gast, serta dua gitaris Nik dan Irsyad. Awal 2012, Celine mengundurkan diri dan digantikan oleh Lynd. Lalu bergabung pula Eman. Tahun berikutnya, Nik mundur dan digantikan oleh Robot (Dichi Michi) untuk beberapa saat sebelum diganti lagi oleh Zik pada awal 2014. Sejauh ini, band yang antara lain pernah tampil di beberapa festival musik seperti Rock The World, Northern Music Festival hingga JakCloth tersebut telah merilis album mini “Faces” (2011), “Tanpa Hari Esok” (2012), “Valiant” (2013) dan “Rebirth” (2014).

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY