Setelah beberapa kali tertunda, salah satu buku yang paling ditunggu-tunggu oleh publik rock dunia, “Sebastian Bach -18 And Life On Skid Row” akhirnya dirilis pada 6 Desember 2016 lalu via penerbit Dey Street Books dan HarperCollins Publishers. Buku tersebut ditulis sendiri oleh Sebastian Bach, mantan vokalis band rock Skid Row, dengan penuturan yang mengacu pada pengalaman dan sisi pandangnya secara pribadi.

Selain menyinggung kisah masa kecilnya, yang kemudian mengalir hingga ke masa awal berkarir bersama Skid Row, di buku setebal 405 halaman tersebut, Bach juga secara gamblang membeberkan kehidupan liarnya di balik layar, saat meraih kesuksesan dunia bersama Skid Row.  Masa dimana kehidupan kesehariannya hampir tak lepas dari wanita, seks, heroin serta tentunya, pengalaman menakjubkan menjalani tur bersama Skid Row, dan saat berbagi panggung dengan band-band seperti Bon Jovi, Aerosmith, Motley Crue, Soundgarden, Pantera, Nine Inch Nails hingga Guns N’ Roses.

“Saya benar-benar menghabiskan waktu selama empat tahun untuk berkonsentrasi dan mengingat semua kisah-kisah (yang terjadi) di masa itu,” ungkap Bach kepada Las Vegas Weekly yang mewawancarainya. “Saya membuat orang-orang di sekeliling saya gila untuk bisa mewujudkan itu, tapi sekarang saya menggenggamnya di tangan saya. Saya sangat membanggakannya. Dan sejauh ini responnya luar biasa. Orang-orang mengatakan bahwa Anda tak perlu menjadi penggemar Skid Row untuk bisa mengerti buku ini, karena memang sangat ‘gila’!”

Terbitnya buku “18 And Life On Skid Row” kembali memanaskan isu reuni formasi klasik Skid Row. Dan kali ini, Bach tidak lagi menampik bahwa usaha ke arah itu memang sedang dijajaki. “Tapi sampai saat ini,” kata Bach, “saya hanya bisa mengatakan bahwa Rick (Sales, manajer Bach) sedang membicarakannya dengan Doc (McGhee, manajer awal Skid Row). Itu yang sedang terjadi sekarang dan tak ada lagi yang lain.”

Sejauh ini, belum ada tanggapan dari kubu Skid Row mengenai buku karya Sebastian Bach maupun tentang isu reuni. Bach sendiri kini tengah menggodok proyek band rock bernama Chevy Metal bersama Taylor Hawkins, dramer Foo Fighters serta juga melibatkan gitaris Steve Stevens (Billy Idol).

Sebastian Philip Bierk, nama asli Bach, menghuni Skid Row selama periode 1987 hingga 1996. Vokalis berdarah Kanada kelahiran 13 April 1968 tersebut menyumbang andil besar dalam kesuksesan karir Skid Row di era awal lewat dua album mereka yang paling fenomenal, yakni “Skid Row” (1989) dan “Slave to the Grind” (1991) yang berhasil menjadi album terlaris versi Billboard saat dirilis. Kedua album tersebut antara lain melejitkan hit “I Remember You”, “Youth Gone Wild”, “18 and Life”, “Monkey Business”, “Slave to the Grind”, “Wasted Time” dan “In a Darkened Room” yang hingga saat ini tercatat sudah terjual sebanyak lebih dari 20 juta keping di seluruh dunia. Pada periode tersebut, Skid Row dihuni formasi Rachel Bolan (bass), Dave Sabo (gitar), Scotti Hill (gitar), Rob Affuso (dram) dan Sebastian Bach.

Kredit foto: Clay Patrick McBride

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY