Pentas rock tergokil dan terbangsat di Indonesia, “The Rock Campus” (TRC) yang digagas oleh Ezra Simanjuntak, gitaris band metal Zi Factor, akhirnya kembali menggeliat. Sejak 24 November 2016 lalu, TRC kembali menggetarkan panggung – kali ini di JK7 Club & Lounge, Kemang, Jakarta – setelah istirahat selama sekitar lima bulan. Sebelumnya, TRC digelar di Rolling Stone Cafe, Kemang, Jakarta, dan sudah berhasil menggeber 60 episode sejak dilecut pertama kali pada 5 Februari 2015.

Tercatat, ada lebih dari 250 band yang sudah berpartisipasi di acara ini. Mulai dari veteran rock Edane, legenda hidup rock Mel Shandy, Bangkit Sandjaya, Renny Djajoesman, Trison Roxx, Jecovoxx, lalu band-band rock generasi baru seperti Seringai, Gugun Blues Shelter, Saint Loco, Superglad, Getah hingga ‘rising stars’ seperti Kelompok Penerbang Roket, serta jagoan-jagoan extreme metal berbahaya seperti Siksakubur, Dead Vertical, Prosatanica hingga Arkenstoned. Masing-masing ditampilkan dalam tema berbeda, seperti “In Metal We Trust”, “Girls Of Rock”, “A Legacy Of Blues”, “Guitarist Special Edition” hingga “Album Showcase”. Rencananya, di episode mendatang akan diadakan pula tema “Seattle Sound Conspiracy”, “The Industrialists”, “Djentlemen of Distortion” dan lain-lain.

Menurut Ezra, TRC yang digelar setiap Kamis malam setiap minggu dibangun sebagai brand platform yang terintegrasi untuk lifestyle musik rock yang dimulai secara grass roots melalui acara mingguan yang berfungsi sebagai wadah berekspresi untuk band-band dan komunitas rock. 

“Gue menyadari betapa pentingnya kehadiran acara-acara rutin untuk rock, berhubung nggak ada venue yang khusus live music buat band-band rock original seperti di Amerika dan Eropa. Padahal sebetulnya itu harus ada sebagai bagian dari infrastruktur dasar industri musik,” ulas Ezra yang juga menjabani tugas sebagai MC dan host di setiap gelaran TRC.

Dengan pemikiran yang sangat simpel dan bukan pula untuk hura-hura saja, lanjut Ezra, ia juga ingin membuktikan bahwa sebuah acara rutin back to basic yang dijalankan oleh 1-2 orang saja itu tetap bisa berkualitas dan mampu bertahan walaupun tanpa sponsor. “Memang awalnya banyak yang ragu, tapi TRC kini telah menampilkan banyak band rock terbaik di negara ini.”

Walau lingkupnya masih terbilang kecil, namun TRC yang didirikan Ezra bersama Wita Wibisono dan diorganisir oleh Sonic Horizon tersebut punya segudang rencana ke depannya. Salah satunya adalah menggelar TRC dengan format live show yang menerapkan rekaman video dengan kamera multi langsung di venue acara, bekerja sama dengan iCan Studio Live. Dan di luar pementasan rock panggung, Ezra juga telah menjalankan “TRC: In Yo Face!”, sebuah talkshow gaya jalanan, yang dikemas santai, cuek, dan tanpa sensor. Bergaya candid, seperti sedang hang-out tapi direkam video. Konsep ini diselingi pula sesi mengupas instrumen atau skill, jamming atau full performance. Acara ini juga masih bekerja sama dengan pihak iCan Studio Live dan telah berlangsung sejak 14 Desember 2016 lalu. Sejauh ini sudah menghasilkan tiga  episode yang masing-masing menampilkan narasumber gitaris Edane, Eet Sjahranie, Superglad dan Melanie Subono.

Semoga TRC bisa berlangsung konsisten, semakin besar, dan memberi kontribusi yang juga besar terhadap pergerakan komunitas dan pertumbuhan rock di industri musik Tanah Air. (Mudya Mustamin)

 

 

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY