Unit metalcore asal Jakarta, Wolfpak sudah menunjukkan ancang-ancang untuk merilis album debutnya tahun depan. Baru-baru ini, band bentukan 21 Juni 2015 yang dihuni Rama (vokal), Tara (gitar), Esa (gitar), Adit (bass) dan Fikri (dram) tersebut mengawalinya dengan memperkenalkan single pertama bertajuk “Hall of Shame”. Di lagu ini, mereka menghadirkan kontribusi Tika Nistia, salah satu vokalis perempuan yang namanya sudah tak asing lagi di scene Indie Jakarta.

Selain persiapan album pertama dimana mereka sudah menyetok sekitar 4-5 lagu, Wolfpak juga makin getol menjajal berbagai panggung di seputaran Jakarta, Depok dan sekitarnya. Yang terakhir, band yang banyak terpengaruh gaya Bullet for My Valentine, Trivium, Asking Alexandria dan Phinehas tersebut tampil di depan para metalhead yang merubungi panggung “Headbanger Legacy” yang berlangsung di Bulungan Arena, Jakarta Selatan, 18 Desember 2016 lalu.

Tentang “Hall of Shame” sendiri, bassis Adit yang dihubungi MUSIKERAS menyebutnya sebagai nomor keras yang pemilihan nadanya sangat kental akan riff-riff dan fill-in khas metalcore. “Kami pengen lagu yang kerasa nge-punch, tapi juga ada sisi ‘jualan’-nya, (terutama) di nada-nada harmonis, di melodi suara-suara lembut di reff-nya.”

Sebenarnya, saat menggarap “Hall of Shame”, sempat terjadi perubahan formasi yang akhirnya berbuntut pada perubahan konsep musik. Awal 2006, mereka berwacana ingin menggarap dua single. Namun saat memasuki sesi rekaman, Riyan, vokalis Wolfpak sebelumnya mengundurkan diri karena kesibukan pekerjaan yang tidak memungkinkan untuk berbagi waktu lagi dengan kegiatan band. Akhirnya, jadwal rekaman pun mundur untuk mencari pengganti Riyan.

Masuknya Rama, vokalis baru, membuat para personel Wolfpak mau tak mau harus melakukan penyesuaian baru pada aransemen musiknya. “Kami rombak lirik dan juga sedikit perubahan pada konsep musik.”

Sebelum menggunakan nama Wolfpak, band ini sempat mengibarkan nama Begging For Mercy saat pertama kali dibentuk. Formasi awalnya adalah Riyan, Tara, Rokas (gitar) dan Esa (dram). Selanjutnya terjadi perubahan formasi yang unik di band ini. Saat Rokas mengundurkan diri, mereka merekrut Fikri dari Unification yang malah mengisi posisi sebagai dramer. Esa lantas digeser menjadi gitaris tandem Tara. Selanjutnya, Fikri mengajak Adit, vokalis Unification untuk mengisi posisi bass. Kehadiran Rama sebagai vokalis baru akhirnya menjadi momentum pada perubahan nama.

“Kami memutuskan untuk mengganti nama menjadi Wolfpak, yang bertujuan agar formasi ini terjaga, solid layaknya Serigala,” cetus Adit meyakinkan.

Saat ini, lagu “Hall of Shame” sudah bisa didengarkan (streaming) via Spotify atau dibeli di iTunes.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY