Kurang lebih dua tahun lalu, duo Scot McFadyen dari Sam Dunn dari Banger Films mengumumkan bahwa tim mereka tengah menggarap sebuah film dokumenter tentang Soundgarden, salah satu band penyembur wabah grunge dan rock alternatif – disamping Nirvana, Pearl Jam dan Alice in Chains – yang mendominasi tren rock di seluruh dunia pada era ‘90an.

Untuk eksekusi produksinya, Banger Films yang sebelumnya telah tercatat sukses menggarap film dokumenter musik “Metal: A Headbanger’s Journey” (2006), “Global Metal” (2008), “Iron Maiden: Flight 666” (2009) dan “Rush: Beyond The Lighted Stage” (2010) telah bekerja sama dengan sutradara film-film indie asal Kanada, Reg Harkema. Sebelumnya, Reg sudah pernah berkolaborasi dengan Banger Films saat pembuatan film “Super Duper Alice Cooper”.

Namun di tengah jalan, rencana pembuatan film tersebut kandas. Menurut penuturan Sam Dunn lewat segmen “Ask Me Anything” di kanal khusus Banger TV di YouTube, para personel Soundgarden tidak mencapai kesepakatan untuk mewujudkan film tersebut. “Tidak semua pihak di band tersebut ingin difilmkan, di situlah titik masalahnya,” ungkap Sam.

Akhirnya, sebagai gantinya, fokus penggarapan film beralih ke sosok Chris Cornell yang merupakan motor utama Soundgarden. “Saya sangat bersemangat untuk yang ini, karena tentunya karir orang ini sangat berkaitan dengan Soundgarden. Bahkan lebih dari itu, bersama audioslave dan proyek karir solonya. Jadi kami akan mengulas lebih luas, selain kisah tentang Soudgarden lewat sosok Chris,” tutur Sam lebih lanjut.

Sampai saat ini, belum ada pengumuman resmi mengenai jadwal perilisan film dokumenter Chris Cornell.

Soundgarden terbentuk di Seattle, Washington AS pada 1984 silam, yang digagas oleh vokalis dan gitaris Chris Cornell, gitaris Kim Thayil serta bassis Hiro Yamamoto. Dua tahun kemudian dramer Matt Cameron bergabung. Pada 1990, bassis Ben Shepherd lantas direkrut untuk menggantikan Hiro. Kesuksesan dunia Soundgarden tercipta saat mereka merilis album “Superunknown” (A&M Records). Album yang antara lain melejitkan single “Black Hole Sun” dan “Spoonman” tersebut melesat menjadi yang terlaris di Amerika versi Billboard charts. Pada 1997, karir Soundgarden terhenti akibat perbedaan visi bermusik para personelnya. Setelah lebih dari satu dekade, tepatnya pada 2010, Soundgarden melakukan reuni dan merilis album “King Animal” dua tahun kemudian.

Sepanjang karirnya, angka penjualan seluruh album Soundgarden, yaitu “Ultramega OK” (1988), “Louder Than Love” (1989), “Badmotorfinger” (1991), “Superunknown” (1994), “Down on the Upside” (1996) dan “King Animal” (2012) mencapai lebih dari 22 juta keping di seluruh dunia.

Di luar Soundgarden, Chris Cornell pernah memprakarsai lahirnya Temple of the Dog, sebuah band tribute yang dipersembahkan untuk mendiang sahabatnya, Andrew Wood, vokalis Mother Love Bone. Band ini dihuni perpaduan personel Soundgarden, Mother Love Bone dan Pearl Jam, yakni Chris sendiri, Stone Gossard (gitar), Jeff Ament (bass), Mike McCready (gitar), Matt Cameron (dram) dan vokalis tamu, Eddie Vedder. Saat Soundgarden vakum, Chris merangkai karir solonya dan sudah merilis lima album. Pada 2001, Chris berkolaborasi dengan tiga personel Rage Against the Machine, yakni gitaris Tom Morello, bassis Tim Commerford dan dramer Brad Wilk dan membentuk band bernama Audioslave. Kolaborasi ini menghasilkan “Audioslave” (2002), “Out of Exile” (2005) dan “Revelations” (2006).

Kredit foto: Don Van Cleave

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY