Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Pepatah itu ternyata berlaku juga buat musisi senior, saksofonis smooth-jazz Kenny G. Anak laki-lakinya yang bernama Max Gorelick ternyata mengikuti profesi ayahnya sebagai musisi. Namun bedanya, Max tidak mendalami instrumen serta genre musik yang sama, melainkan memilih instrumen gitar dengan konsentrasi musik teknikal yang mengandalkan distorsi metal.

Baru-baru ini, tepatnya 17 Januari lalu, Max bersama The Mantle, trio yang dibentuknya bersama gitaris Jake Miller dan dramer Asher Bank telah merilis album perdana self-tittled dalam format digital yang bisa diperoleh via Bandcamp. Di album berisi delapan komposisi instrumental tersebut, Max menggeber musik yang sarat elemen metal progresif dan djent.

Selain mengeksekusi part gitar dan bass, di karya rekaman perdana “The Mantle” ini, Max juga memproduserinya sendiri, termasuk menggarap urusan programming serta teknis rekaman. Sementara untuk proses mixing, Max dibantu oleh Jordan Seah, serta Matthew Newman dan Brian A Simmons Nout untuk part dram. Lalu mastering ditangani oleh Keshav Dhar.

Tapi di beberapa lagu, seperti “Dragons in the Purple Sky”, “Seabreather” dan “A Sense of Scale”, isian dramnya dimainkan oleh Brian A Simmons Nout. Sementara tandem Max di posisi gitar, Jake Miller mengisi porsi solo di lagu “Technomancer by” serta membantu penulisan komposisi lagu “A Sense of Scale”. Khusus di lagu “Trident”, Max juga dibantu rekannya, Matthew Newman.

Talenta Max sendiri mulai merebut perhatian publik metal saat video permainan gitarnya diunggah Megadeth di media sosial pada 2012. Ayah Max, Kenny G dikenal luas di industri musik dunia pada pertengahan ‘80an, antara lain lewat komposisi instrumental bertajuk “Songbird” dan “Silhouette”. Hingga hari ini, angka penjualan seluruh albumnya sudah mencapai lebih dari 75 juta keping di seluruh dunia.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY