Selepas album keempat, “Angkasa Misteri” yang dirilis Maret 2016 silam, unit metal ibukota yang telah berusia lebih dari 14 tahun, Dead Vertical, kini sedang menyiapkan dua single baru nan ganas. Dilandasi keinginan untuk merekam materi lagu dengan treatment yang lebih ‘pantas’, bak gayung bersambut, datang tawaran dari SAE Institute, Jakarta yang bersedia membantu penggarapan teknis rekamannya.

Kali ini, lewat single baru yang diberi judul “Elektro Visual Adiktif” yang segera menggerinda kuping para metalhead dalam waktu dekat, Dead Vertical yang kini dihuni Boybleh (vokal, gitar), Arya (dram) dan Bonny (bass) berencana merilisnya secara gratis. “Rencana nanti bisa di-download free, link-nya (akan) segera kami umumkan,” seru Boy kepada MUSIKERAS.

Dari segi konsep musikal, kali ini ada terapan yang berbeda dibanding album sebelumnya. Boy, sang penulis lagunya mengatakan bahwa materi yang baru ini lebih mengarah ke pola hardcore-punk. “Konsepnya lebih ke style hardcore punk yang dikemas tetap dalam grindcore rules. Lebih ke jalanan, lugas dan kasar,” ulas Boy lagi, meyakinkan.

Selain “Elektro Visual Adiktif”, Dead Vertical juga sudah merekam single baru lainnya, yakni berjudul “Kepal Imitasi” yang belum ditentukan jadwal perilisannya. Ada pula rencana untuk merilis album mini, yang kemungkinan dilepas pada pertengahan 2017.

Dead Vertical terbentuk di Jakarta Timur pada 22 November 2001 silam, dengan mengusung geberan musik cadas yang agresif, brutal, padat, serta kental akan nuansa European grindcore. Formasi awal dihuni Iwan (vokal), BoyBleh (gitar/vokal), Bony (bass) dan Andriano (drums). Pada awalnya, olahan musik Dead Vertical banyak terinspirasi Napalm Death, Terrorizer, Sepultura, Brutal Truth, Repulsion, dan sebagainya.

Pada pertengahan 2003, Andriano mengundurkan diri dan posisinya digantikan oleh Bimo, eks Free To Decide. Formasi inilah yang lantas merilis album debut bertajuk “Fenomena Akhir Zaman” (2004 – The Eye Music). Tak lama setelahnya, giliran Bimo yang hengkang dan digantikan oleh Arya Blood, seorang dramer veteran yang pernah menghuni Highlander, For My Blood, Panic Disorder dan Looserz. Di akhir 2005, Iwan juga mengundurkan diri sehingga formasi Dead Vertical pun menjadi tiga orang. Awal 2006, trio ini pun merilis album mini bertitel “Global Madness” secara independen. Setahun kemudian, Dead Vertical mendapatkan pengalaman berharga, tampil sebagai opening act konser Napalm Death di Jakarta. Setelah terlibat di album split bertajuk “When Love Finds A Fool, Grind Still Rules!” (2007) – bersama band Proletar dan Gory Inhumane Genocide – Dead Vertical pun berturut-turut merilis album “Infecting The World” (2008), “Perang Neraka Bumi” (2011) dan “Angkasa Misteri” (2016). (Mdy)

Sekadar tambahan referensi, simak video musik single “Tunggal Bertarung” dari album “Angkasa Misteri”:

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY