Band punk rock ugal-ugalan asal Jakarta, Blackteeth akhirnya menuntaskan pesta hari jadi yang ke-3 di Borneo Beerhouse, Kemang, Jumat (10/8) malam lalu. Berkolaborasi dengan Jagermusic, hajatan yang sekaligus dijadikan momentum perilisan album kedua mereka yang berjudul “Bleki” tersebut berlangsung meriah dan panas. Malam itu, tampil pula band pendukung seperti Petaka, Kelelawar Malam, dan Yella Sky Soundsystem yang membuat pesta tersebut terasa semakin istimewa.

Dibuka dengan sentuhan hardcore punk a la Petaka, langsung membuat atmosfer Borneo Beerhouse menjadi panas menyala. Setelah kurang lebih 40 menit berlalu, unit horor metal punk Kelelawar Malam ambil giliran dan berhasil membuat suasana menjadi menyeramkan dengan lagu-lagu yang mereka bawakan.

Satu hal yang mengejutkan di acara “Blackteeth 3rd Anniversary” ini adalah, Blackteeth harus tampil tanpa gitaris Coki Bollemeyer. Sehari sebelum hari H, Coki harus istirahat total karena sakit. Namun hal tersebut tidak mengurungkan niat vokalis Satriyo, bassis Jerremia L Gaol dan dramer Eno Gitara untuk tetap tampil maksimal. Mono dari Neurotic dan Petra Sihombing didaulat menjadi pemeran pengganti dadakan dan sukses mengisi kekosongan Coki. Sejumlah nomor dari album baru seperti “Pengecut”, “Pesta di Neraka”, “Sikat Boti Awas Mati!” dan “Anjing Kanto”r mampu menyihir ratusan Bleki yang memadati Borneo Beerhouse malam itu. Pesta, ditutup oleh unit dub reggae asal Jakarta, Yella Sky Soundsystem yang baru saja merilis album perdananya.

“Bleki” sendiri dirilis akhir 2016 lalu via label Demajors sebagai distributor. Album ini sebelumnya didahului tiga single pemanas, yakni “Anjing Kantor”, “Setan” dan “Pengecut” yang dirilis terpisah. Format digital keseluruhan album bisa dibeli di berbagai portal digital seperti iTunes, Spotify, Deezer, Joox serta layanan music streaming lainnya.

Terdapat sembilan lagu di album kedua band punk rock ‘hajar-bleh’ ini. Beberapa antaranya merupakan sekuel dari lagu yang ada di album pertama. Misalnya lagu “Anjing Kantor” yang merupakan lanjutan dari lagu “Party Dog”, lalu lagu “Sikat Boti, Awas Mati!” juga merupakan sekuel dari lagu “Belom Cebok”.

Dari segi lirik, Blackteeth tidak meninggalkan ciri khasnya di “Bleki”, yakni kembali dengan gaya bertutur yang tanpa kiasan atau basa- basi. Misalnya di lagu “Pengecut”. Satriyo yang menulisnya, menyoroti sifat dan sikap pengecut yang sering terlihat di lingkungan sekitarnya. Lewat siaran persnya, Satryio menyebut sikap salah satu rapper yang saat ini tengah ramai diomongin, sebagai contoh kasus. Untuk ‘memvisualisasikan’ lirik tersebut dalam musik, Satriyo menekankan pada dinamika, untuk mengimbangi satu kord yang dimainkan di lagu ini.

Di album “Bleki”, Blackteeth menyebut ada tiga lagu yang muatan liriknya masuk kategori Parental Advisory. “Kali ini tema-temanya masih meng-capture kehidupan sehari-hari,” cetus Satryio kepada MUSIKERAS, beberapa waktu lalu. (Mdy)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY