Setelah menghabiskan waktu sekitar setahun bergelut meramu materi lagu-lagu baru, akhirnya unit heavy metal asal Jakarta, Brisk, melepas album mini yang bertitel “Juang” pada 13 Februari 2017 lalu. Ada lima lagu yang terpampang ganas yang mereka suguhkan, yang diharapkan dapat menggairahkan kuping para metalhead Tanah air.

Brisk yang digawangi oleh Randy Louhenapessy (vokal), Faisal Faqih (gitar), Fajar Anggreawan (bass), Hazmi Habib (gitar) dan Caesar Alief (dram) saling bergotong royong dalam membentuk lirik, maupun aransemen yang nendang sekaligus cadas, saat menggarap “Juang” di studio Rumah Musik Indonesia (RMI), di kawasan BSD (Bumi Serpong Damai), Tangerang. Menurut mereka, sebuah proses yang lumayan menguras tenaga. Namun, proses rekaman  dapat berjalan dengan lancar berkat kegigihan dan keseriusan setiap personel.

“Tantangan yg menguras energi saat menggarap album ini adalah saat membuat riff-riff yang kita usahakan agar tidak terdengar klise. Setiap lagu kami buat seperti mempunyai jiwa yang berbeda-beda namun tetap sesuai dengan konsep yang kami buat. Mengentalkan sisi heavy metal dengan balutan rock,” ulas Faisal Faqih kepada MUSIKERAS.

Untuk mewujudkan konsep itu, Brisk lumayan banyak mendengarkan referensi, dan tidak membatasi genre atau band tertentu. Namun menurut Faisal, ada beberapa nama yang berpengaruh cukup besar terhadap pengembangan musik Brisk.

“Di antaranya band legendaris Motorhead, Metallica, Motley Crue, Slipknot, bahkan band legend punk seperti Bad Religion, termasuk salah satu inspirasi kami. Dan tak kalah penting, kami juga terinspirasi band High Octane Rock, yaitu Seringai. Kami berusaha untuk menyatukan semua pengaruh ke dalam musik Brisk.”

Setelah meramu materi menjadi satu kesatuan yang utuh, proses mixing dan mastering lantas dieksekusi oleh Andre Mesa, juga dari Rumah Musik Indonesia Studio. Menurut Faisal, durasi penggarapan album yang cukup lama justru menjadi pengalaman paling menarik buat Brisk. “Karena kami membutuhkan biaya yang cukup banyak. Jadi kami harus menyisihkan uang jajan untuk (penggarapan) album perdana ini, hahaha. Karena kami membuatnya murni tanpa (dukungan) label rekaman.”

Versi digital album “Juang” kini sudah tersedia di platform digital seperti Spotify dan iTunes. Juga ada format CD yang dibandrol dengan harga Rp. 35.000 atau paket bundling CD dengan kaos seharga Rp 150.000. Pembelian dapat dilakukan dengan mengontak Brisk di Instagram (@briskjkt). (Mdy)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY