Bergerak dari sumber inspirasi musikal model Jimi Hendrix, Led Zeppelin, AC/DC, Gugun Blues Shelter, Mama’s Gun, The Winnery Dogs, Mr. Big hingga musik-musik ’80an seperti Chicago, Earth, Wind & Fire dan Gino Vanelli, lahirlah Groovader. Ya, band baru ini melebur semua pengaruh itu dan menyebutnya dengan istilah “Neo Funk” – sebuah kombinasi pop, rock, funk dan blues yang groovy.

Pertengahan Januari lalu, Groovader yang didukung formasi Yandi (dram), Yudha (gitar), Ramcey (gitar), Febby (bass) dan vokalis tamu, Maryo (Jabal Rootz) ini telah merilis sebuah album bertajuk “Perbedaan” lewat jalur independen, tanpa dukungan label rekaman. Ada 11 lagu yang mereka suguhkan, yang didominasi pukulan dram dan dentuman bass yang nge-funk. Lalu, juga ada dua musisi senior Tanah Air yang dilibatkan di lagu “Perbedaan” dan “Baper”, yaitu Didit Saad (Daddy and The Hot Tea/Plastik) serta pembetot bass Gugun Blues Shelter, Fajar Adi Nugroho di lagu instrumental berjudul “OZ”.

Proses rekaman “Perbedaan” sendiri sebenarnya sudah dimulai pada 2014 lalu, namun kerap terhadang masalah pergantian vokalis. Menurut Ramcey yang dihubungi MUSIKERAS, Groovader melakukan penggantian vokalis sebanyak lima kali. “Karena emang belum nemu yang cocok,” cetusnya.

Setahun kemudian, Groovader sempet rilis album, tapi produksinya dihentikan lantaran hasil yang kurang memuaskan. Akhirnya pada awal 2016, mereka mengajak Maryo dari Jabal Root untuk membantu pengisian vokal. Mereka pun menjalani workshop untuk meramu ulang semua materi yang lama dan beberapa materi baru bersama Maryo. Namun di tengah proses workshop, bassis pertama Groovader, Gega Gageh memutuskan mundur. Posisinya lantas digantikan oleh Febby. Sekitar Oktober 2016, proses mixing dan mastering materi album pun kelar.

Alasan melibatkan Didit Saad dan Fajar Adi Nugroho sendiri, ungkap Ramcey lagi, didasari penilaian akan kualitas permainan mereka yang mengesankan. “Mereka berdua sosok musisi yang keren! Didit Saad yang juga pencetak banyak hits serta gitaris kenamaan Indonesia, dan juga Fajar yang memang seorang session player.”

Selain dalam format cakram padat (CD), album “Perbedaan” juga dilepas dalam format digital via platform seperti iTunes, Spotify, Guvera dan lain-lain, atau dipesan langsung lewat media sosial Groovader, yaitu, Groovader (Facebook), @Groovader (Twitter) dan @Groovader (Instagram).

Terbentuknya Groovader berawal dari seringnya Yandi, Yudha dan Ramcey melakukan jamming di Tema Studio, yang akhirnya berujung pada terbentuknya Groovader. Kesempatan manggung pertama Groovader berlangsung di acara JakCloth 2013. Setelah beberapa kali berganti personel, pada 2016, Groovader mengajak Febby untuk bergabung memperkuat formasi. Di tahun yang sama, bergabung pula vokalis Maryo (Jabal Rootz) untuk membantu proses penggarapan album “Perbedaan”. (Mdy)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY