Unit metalcore asal Tangerang, Holykillers telah membuka lembaran karir di 2017 dengan merilis sebuah single baru bertajuk “Another World”. Tapi tidak sekadar dilepas begitu saja, namun ada keterkaitan dengan sebuah film indie berdurasi pendek berjudul “Balek Rimbo”, dimana “Another World” didapuk sebagai lagu soundtrack resminya. Film yang rencananya bakal rampung pada pertengahan 2017 mendatang tersebut rencananya akan disertakan di festrival-festival film pendek.

Keterlibatan Holykillers di proyek pembuatan film tersebut berawal dari proyek dramer mereka, Yosa Putra, yang juga menggeluti dunia sineas. Yosa menggarap “Balek Rimbo” dengan latar belakang cerita tentang kehidupan sebuah suku di daerah Jambi, Sumatera.

“Nah, ketika kami lagi ngerjain lagu ‘Another World’, menurut Yosa, ada kedekatan lagu ini sama film yang dia buat,” ungkap Okka, gitaris utama dan salah satu pendiri Hollykillers kepada MUSIKERAS. “Dia juga ingin ada experience baru, dimana film pendek yang suasananya tribal dikemas pakai soundtrack lagu metal. Lalu kami mulai ngobrol-ngobrol sama produsernya, dan akhirnya boleh juga sekalian memasukkan footage (dari film).”

Para personel Holykillers, yakni Okka, Yosa, Hadyan (gitar), Reza (vokal) dan Iqra (bass) menggarap “Another World” di SAMS Studio dan LBS Studio, di Tangerang. Mereka bekerja sama dengan Reza Irwansyah dan Fadly Sams yang membantu eksekusi teknis rekaman dan mixing. Sementara untuk mastering dipercayakan kepada musisi senior, Indra Qadarsih di IQALA Mastering Asia, Jakarta.

Penggarapan “Another World” sendiri diambil dari beberapa materi lagu yang telah mereka miliki, yang lantas dipilih untuk direkam dan dipublikasikan. “Untuk menunjukkan bahwa eksistensi kami masih ada. Karena masih akan ada beberapa single lagi yang akan kami publish. Penggarapan kami lakukan di tempat-tempat yang berbeda supaya mendapatkan hasil yang lebih maksimal dibanding karya-karya kami sebelumnya,” ulas Okka, yang bertanggung jawab pada penggarapan komposisi dan aransemen, dengan bantuan lirik dari Hadyan.

Holykillars mulai bergulir pada 2010 lalu, digagas oleh Okka, Helmi (vokal), Remi (dram) dan Yuga (bass), dengan memainkan musik-musik sejenis Disturbed. Namun tak lama mereka lantas beralih ke metalcore dan merekrut Hadyan sebagai gitaris kedua. Saat mau merilis single pertama, “Refusing to Die”, Yuga dan Helmi mundur karena urusan pendidikan. Reza lalu bergabung sebagai pengganti vokal dan Nabela di bass. Pada pertengahan 2011, tepatnya ketika menggarap album mini (EP), giliran Remi yang keluar dan digantikan oleh Yosa. Formasi inilah yang merampungkan EP berisi lima lagu, yakni “In the Mirror”, “Adorable Duty”, “Endless Journey”, “Refusing to Die” dan “One Day” yang diproduksi secara mandiri, mulai dari tahap rekaman, mixing,  mastering, cetak hingga distribusi. Pada 2012, Iqra masuk menggantikan Nabela yang mengundurkan diri. Untuk konsep musik, Holykillers banyak menganut paham dari band-band metalcore seperti Killswitch Engage, Unearth, As I Lay Dying, War of Ages, Trivium hingga All That Remains. (Mdy)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY