Kancah sub-genre metalcore, deathcore dan sejenisnya semakin meriah di Tanah Air. Band-band yang menganut aliran tersebut terus menjamur dengan karya-karya dahsyat yang semakin menyesaki pasar musik digital dan fisik. Salah satunya band bernama IXIA asal Jakarta ini. Belum lama ini, tepatnya 20 Februari 2017 lalu, IXIA telah melempar dua single sekaligus, yakni “Generation” dan “Restless” via paltform digital seperti iTunes, Spotify, Deezer, Amazon Music dan lain-lain.

Lewat kedua single tersebut, band yang dihuni Dimas (vokal), Ugie (gitar), Hamdy (gitar), Faisal (dram) dan Gaza (bass) ini mengedepankan paham metalcore dengan penerapan distorsi serta groove yang sangat kekinian. Lalu ada pula imbuhan elemen ambient sound, strings serta choir yang membuat aransemen lagu-lagu IXIA terdengar megah. Sementara secara keseluruhan, band ini banyak menyerap pengaruh dan inspirasi dari beberapa band luar seperti Northlane, Issues, Bring Me the Horizon, Peripherry, I The Breather, Erra, Intervals, Volumes, Veil of Maya, Aviana, Wage War, Blessthefall hingga Architects.

“Tapi IXIA tidak membatasi diri untuk menerima influences dari genre selain metal. Untuk beberapa lagu yang akan kami masukkan ke dalam album nanti,  ada beberapa part yang terpengaruh dari musik-musik EDM (electronic dance music),” cetus pihak band kepada MUSIKERAS.

Proses penggarapan rekaman “Generation” dan “Restless” sendiri dimulai dari pembuatan draft musik yang mengacu pada lirik karya Dimas. Setelah itu dimatangkan dengan cara menentukan bagan untuk intro, verse sampai outro saat melakukan rehearsal. “Setelah itu baru kami proses rekaman sampai ke mixing dan mastering.”

Mengenai bahasan liriknya, IXIA menyebut lagu “Generation” mengangkat tentang harapan akan terciptanya dunia yang lebih baik dari kacamata kemanusiaan, lewat generasi-generasi saat ini. Sementara di “Restless”, terinspirasi dari keresahan menghadapi pertanyaan-pertanyaan kehidupan yang muncul tanpa bisa menemukan jawabannya, serta disonansi kognitif yang dialami, menyebabkan konflik batin yang tak berkesudahan.

Setelah kedua single tersebut, IXIA segera menyiapkan album, dimana saat ini mereka sudah mengantongi materi yang cukup untuk dieksekusi menjadi sebuah album. “Tapi di satu sisi kami nggak mau terlalu buru-buru, jadi untuk sekarang kami cuma rilis dua single dulu. Kemungkinan album akan kami rilis paling lambat setahun ke depan. Ya itung-itung sambil nyari-nyari massa manggung sana-sini.”

Sebelum menggunakan nama IXIA, band yang terbentuk pada 10 Oktober 2015 ini sempat mengibarkan nama Crime Of Violences dengan genre deathcore. Setelah terjadi pergantian personel serta pergeseran konsep musik, nama pun diganti menjadi IXIA, yang diambil dari nama bunga hias. (mdy)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY