MUSIKERAS, bekerja sama dengan Neo Classical Trio sebagai penyelenggara, akan menggelar pentas musik yang khusus menjajal lagu-lagu popular Yngwie Malmsteen, komposer dan seorang virtuoso gitar rock asal Swedia yang sangat mendunia karirnya. Acara bertajuk “The Spirit of Yngwie Malmsteen” tersebut bakal dieksekusi di JK7 Swissbel Hotel, Kemang, Jakarta Selatan, pada 22 Maret 2017 mendatang.

Di acara yang bakal dimulai pada pukul 17.00 WIB tersebut akan menampilkan dua gitaris berkemampuan teknikal jempolan, yakni Imanine (J-Rocks) dan Irvan Borneo. Lalu ada pula penampilan khusus gitaris bintang tamu, Coki Bollemeyer (NTRL/Blackteeth/Sunyotok), Aria Baron, Sony Ismail (J-Rocks) dan shredder Ezra Simanjuntak (Zi Factor).

Dengan dukungan Novyrock (vokal), Oktav “Edane” (bass), Reza (dram) dan Sonny (kibord), para penampil tersebut antara lain bakal menggeber lagu-lagu yang sudah sangat dikenal oleh publik classic rock, di antaranya seperti “Blackstar”, “Far Beyond the Sun”, “You Don’t Remember, I’ll Never Forget”, “Heaven Tonight”, “Never Die”, “Brothers”, “Dreaming”, “I’ll See The Light”, “Rising Force”, “Like An Angel”, “Seventh Sign”, “Vengeance” dan “Bedroom Eyes”. Satu tujuan utama pemilihan lagu-lagu tersebut, adalah agar para penonton bisa ikut bernyanyi sepanjang show.

Lalu, suguhan lainnya, akan ada pula penampilan brutal dari 11 gitaris komunitas ber-skill gawat, yang kebagian tugas melahap komposisi-komposisi Yngwie Malmsteen yang bisa dibilang memiliki tingkat kesulitan tinggi. Mereka adalah Andy Owen, Gavin Iedema, Nino Lucretia, Adien Fazmail, Marcell, Romano Guitarboy, Bay Guitaro, Adam Akbar (Prosatanica), Iwan Cumi, Adli Noor dan Zendhy Kusuma. Di tangan mereka, penonton akan disuguhkan komposisi-komposisi speed tinggi seperti “Caprici Diablo”, “Trilogy”, “I’m A Viking”, “Arpeggio from Hell”, “Evil Eye” hingga “Demon Driver”.

Yngwie Malmsteen dikenal sebagai gitaris rock paling teknikal yang pernah muncul di era ‘80an, dimana ia menggabungkan pengaruh rock, blues dan classical ke dalam teknik permainan gitarnya, yang antara lain diwujudkan lewat penerapan teknik sweep-arpeggio picking cepat yang telah menjadi ciri khasnya, yang langsung menempatkan namanya sebagai pengukir “cetak biru” genre neo-classical metal ke dalam buku suci dunia pergitaran dunia. Album pertamanya yang fenomenal, “Rising Force” (1984) menjadi penanda dimulainya era – atau munculnya istilah “shredder”, yang lantas menginspirasi jutaan gitaris di seluruh dunia hingga hari ini.

Selain dikenal sebagai gitaris virtuoso dengan kharisma superstar yang melekat kuat, musisi asal Swedia ini juga tercatat sebagai salah satu penulis lagu dan komposer rock terbaik dunia lewat karya-karya lagunya yang juga sukses secara komersil di seluruh dunia.

Acara “The Spirit of Yngwie Malmsteen” yang juga didukung oleh SupermusicID, GitarPlus.net, Chic’s Music dan JK7 Bar & Lounge ini diharapkan bisa menjadi pengobat kangen bagi para penggemarnya untuk mendengarkan lagu-lagu tersebut dibawakan secara live, mengingat Yngwie sendiri terakhir kali hadir di Jakarta yakni pada dua dekade silam, tepatnya lewat sebuah klinik gitar pada tahun 1997. Dan sejauh ini sepertinya belum pernah ada acara musik yang secara eksklusif mempersembahkan lagu-lagu Yngwie Malmsteen.

Nah, kangen menyanyikan atau mendengarkan lagu-lagu Yngwie Malmsteen? Yuk ramaikan acara ini. See you there, guys!

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY