Setelah “Passage Of The Crane”, “Downshifter” dan “Bring The War Home”, unit metal ekstrim asal Jerman, Heaven Shall Burn kembali meluncurkan video single terbaru dari “Wanderer”, album yang dirilis Century Media Records pada 19 September 2016 lalu. “Corium”, judul video terbaru tersebut digarap oleh Iconographic, dan menyajikan lanskap alam daratan Patagonia yang terletak di perbatasan Amerika Selatan, Argentina dan Chili yang sangat menakjubkan.

“Corium” sendiri merupakan cairan panas sejenis campuran lava yang terbentuk dari lelehan nuklir. Tapi menurut gitaris Maik Weichert, “Corium” di lagu ini menjadi semacam simbol dari kegilaan industri nuklir, sangat berorientasi mencari keuntungan yang serampangan, sarat manipulasi dan tidak bisa dipertanggungjawabkan terhadap masa depan manusia. “Awalnya kekuatan nuklir terlihat banyak manfaatnya. Tapi tetap saja, akankah Anda membeli seekor gajah dan menempatkannya di ruang tengah rumah Anda sementara Anda tidak tahu bagaimana cara meletakkannya?”

Video “Corium” diluncurkan di tengah perjalanan tur tunggal Heaven Shall Burn di Jerman, yang diselingi beberapa jadwal bersama Korn dan Hellyeah. “Akhirnya! Kami sangat senang merilis video dari salah satu lagu favorit kami di album ‘Wanderer’,” seru pihak band via press release.

Saat pertama kali dirilis, album “Wanderer” sendiri berhasil masuk peringkat ketiga terlaris di Jerman, posisi 9 di Austria dan ke-15 di Swiss. Rekaman “Wanderer” digarap Maik Weichert, Marcus Bischoff (vokal), Eric Bischoff (bass), Alexander Dietz (gitar) dan Christian Bass (dram) di studio milik Alexander Dietz, yakni di Chemical Burn Studios, Bad Kösen serta di Chameleon Studios, Hamburg untuk pengisian part dram. Keseluruhan proses produksi ditangani langsung oleh Maik Weichert dan Alexander Dietz.

Di versi deluxe, “Wanderer” menyertakan dua lagu daur ulang, yakni milik band thrash metal senior asal Jerman, Sodom yang berjudul “Agent Orange” – dimana Heaven Shall Burn mengundang Frank “Blackfire” Gosdzik untuk menyumbangkan permainan gitar solonya – serta lagu milik band doom metal asal Inggirs, My Dying Bride yang berjudul “The Cry Of Mankind”.

Dimulai pada musim gugur 1996 silam, gitaris Maik Weichert dan dramer Matthias Voigt membentuk band bernama Consense. Lalu kurang lebih setahun setelah merampungkan sebuah demo rekaman, vokalis Marcus Bischoff dan bassis Eric Bischoff bergabung di band tersebut. usai melahirkan album mini (EP) berjudul “In Battle There Is No Law“ (1998) yang dirilis via label Deeds of Revolution Records[9] serta sebuah split album bersama Fall of Serenity pada 1999, Consense pun mengubah nama menjadi Heaven Shall Burn, dengan tambahan gitaris Patrick Schleitzer dalam formasinya. Patrick kemudian mundur dari Heaven Shall Burn pada 2005, lalu disusul Matthias Voigt pada 2013. Nama Heaven Shall Burn sendiri dicomot dari judul salah satu album band black metal asal Swedia, Marduk yang bertajuk “Heaven Shall Burn… When We Are Gathered”.

Kredit foto: Christian Thiele

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY