Video untuk single keempat dari album “Delirium” yang dirilis Century Media Records pada Mei 2016 lalu, yakni “Blood, Tears, Dust” telah dirilis oleh Lacuna Coil, unit metal terbaik yang dimiliki Italia. Pengolahan videonya sendiri disutradari oleh Cosimo Alemà dari rumah produksi Borotalco. Dan menurut Lacuma Coil, sangat sempurna mewakili pesan-pesan yang ingin disampaikan oleh band yang terbentuk pada 1994 tersebut.

“Saat ini kami tak bisa mengungkapkan banyak hal mengenai video ini, karena merupakan bagian dari sesuatu yang besar,” cetus vokalis Cristina Scabbia via press release. Lebih jauh ia menyebut video “Blood, Tears, Dust” sukses menggambarkan esensi dari Lacuna Coil yang penuh keringat, kotor, dengan energi yang liar. “Merupakan kegilaan dari kami semua dan terasa sangat nyaman buat kami.”

“Delirium” adalah album studio kedelapan Lacuna Coil, dimana proses rekamannya digarap di BRX Studio, Milan sejak Desember 2015 hingga Februari 2016 silam. Merupakan album pertama Lacuna Coil yang 100 persen digarap di Italia, dan juga yang pertama tanpa keterlibatan tiga personelnya, yakni dramer Cristiano “Criz” Mozzati, gitaris Cristiano “Pizza” dan Marco “Maus” Biazzi yang masing-masing telah mengundurkan diri dalam waktu terpisah.

Kondisi itu membuat personel yang tersisa, yakni duo vokalis Cristina dan Andrea Ferro, dramer baru berdarah Amerika, Ryan Blake Folden serta Marco Coti Zelati – yang akhirnya mengeksekusi part kibord, bass dan gitar sekaligus – terpaksa memaksimalkan musisi tamu. Marco, untuk proses rekaman kali ini, juga mengambil alih peran sebagai produser, dan dibantu oleh engineer Marco Barusso yang sebelumnya pernah terlibat di penggarapan album Lacuna Coil sebelumnya, yakni “Dark Adrenaline” dan “Karmacode”. Marco yang juga seorang gitaris teknikal lantas ikut menyumbangkan permainan gitar solonya di lagu “Delirium”. Lalu ada pula permainan solo Mark Vollelunga (gitaris Nothing More) di komposisi “Blood, Tears, Dust” serta Myles Kennedy (vokalis/gitaris Alter Bridge) yang memainkan gitar akustik di nomor “Downfall”.

Sampai hari ini, Lacuna Coil sudah merilis album “In a Reverie” (1999), “Unleashed Memories” (2001), “Comalies” (2002), “Karmacode” (2006), “Shallow Life” (2009), “Dark Adrenaline” (2012), “Broken Crown Halo” (2014) dan “Delirium”. Selain Cristina Scabbia, Andrea Ferro, Marco Coti Zelati dan Ryan Blake Folden, kini Lacuna Coil juga telah merekrut Diego Cavallotti sebagai gitaris tetap.

Kredit foto: Alessandro Olgiati

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY