Menjelang perilisan album terbaru DragonForce yang bertajuk “Reaching Into Infinity” pada 19 Mei 2017 mendatang, pihak label rekamannya untuk area peredaran Eropa, earMUSIC telah meluncurkan video wawancara bagian pertama dengan para personel unit power/speed metal asal Inggris tersebut via YouTube serta kanal media sosial lainnya.

Di video tersebut, Herman Li (gitar), Sam Totman (gitar), Vadim Pruzhanov (kibord), Frédéric Leclercq (bass), Marc Hudson (vokal) dan Gee Anzalone (dram) menjawab pertanyaan-pertanyaan sederhana yang paling sering dialamatkan ke mereka. Misalnya, apa yang akan mereka lakukan jika tidak menjadi musisi, atau album rekaman siapa yang pertama kali mereka beli, konser yang pertama kali mereka tonton dan sebagainya.

“Reaching Into Infinity” yang diedarkan Metal Blade Records untuk kawasan Amerika merupakan karya rekaman ketiga DragonForce yang melibatkan kontribusi Marc Hudson, vokalis yang mulai bergabung pada 2011 lalu. Marc menggantikan posisi ZP Theart, yang kini telah resmi menjadi vokalis band rock asal Amerika Serikat, Skid Row.

Herman Li dan rekan bandnya menggarap “Reaching Into Infinity” di Fascination Street Studios di Örebro, Swedia bersama Jens Bogren, produser yang antara lain pernah meracik rekaman album milik Opeth, Amon Amarth, Soilwork dan Symphony X. Beberapa materi lagu juga mereka kerjakan di Lamerluser Studios dan Dark Lane Studios di Inggris, Evil1 Studios di Perancis dan Shredforce One Studios, California, Amerika Serikat.

Frédéric Leclercq yang mendominasi penulisan lagu di penggarapan “Reaching Into Infinity” mengungkapkan, para personel DragonForce menyicil materi lagu-lagu baru di sela kesibukan tur. “Kami terbang dan bermain di festival, lalu kembali ke studio, dan kemudian tur lagi. Sangat intens dan melelahkan. Saya sendiri tentunya memainkan bass di sini, tapi saya juga banyak memainkan gitar ritem, elektrik dan akustik, dan sering kehilangan kesabaran. Kayaknya dalam hal-hal tertentu kami semua seperti itu, karena kami ingin menyuguhkan yang terbaik.”

Dan kali ini, lanjut Frédéric, fokus utama DragonForce adalah meramu komposisi yang lebih variatif, untuk memperkaya permainan cepat yang memang sudah menjadi keahlian mereka. “Sebuah tantangan yang mengasikkan buat kami, ketimbang berdiam di zona nyaman. Dan saya ingin sekali bereksperimen dengan vokal Marc. Saya pikir orang-orang akan terkejut dengan kebrutalan Marc.”

“Reaching Into Infinity” sendiri juga bakal menjadi album pertama yang melibatkan kontribusi Gee Anzalone, dramer berdarah Italia yang bergabung pada 3 Juni 2014, menggantikan Dave Mackintosh.

DragonForce terbentuk di London, pada 1999 silam, dengan konsep unik yang mengedepankan corak power metal modern, sarat permainan gitar solo berdurasi panjang yang cepat dan dipadukan dengan efek-efek suara yang terinspirasi suara retro video game. Hingga kini, DragonForce telah merilis album “Valley of the Damned” (2003), “Sonic Firestorm” (2004), “Inhuman Rampage” (2006), “Ultra Beatdown” (2008), “The Power Within” (2012), “Maximum Overload” (2014) dan “Reaching into Infinity”.

Saat ini, DragonForce sedang menjalani tur di beberapa kota di Indonesia. Dimulai di panggung Jakcloth Summerfest 2017, Gambir Expo PRJ Kemayoran, Jakarta, hari ini (4 Mei), lalu berturut-turut lanjut ke Stadion Kridosono, Yogyakarta (5 Mei), Stadion Tambaksari, Surabaya (6 Mei) dan berakhir di Graha Cakrawala, Malang (7 Mei). DragonForce sendiri sebelumnya sudah pernah dua kali menggelar konser di Jakarta, yakni pada 19 Mei 2007 silam di Tennis Outdoor, Senayan serta di “Jakcloth Summer Fest 2015” pada 13 Februari 2015.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY