Jika harus berkata jujur, kualitas kerap tak lagi menjadi fokus utama saat menyaksikan sebuah band legendaris, apalagi jika band tersebut menjadi pujaan jutaan umat musik di dunia. Dan kenyataan itulah yang terlihat saat salah satu raksasa thrash metal di muka bumi ini, Megadeth tampil sebagai headliner di panggung megah Hammersonic Festival 2017 yang berlangsung di Ecopark Ancol, Jakarta, semalam (7/5).

Iringan intro “Prince of Darkness” yang diikuti kehadiran sosok nyata sang motor utamanya, vokalis dan gitaris Dave Mustaine bersama David Ellefson (bass), Kiko Loureiro (gitar) dan Dirk Verbeuren (dram) di bawah sorotan lampu panggung saja langsung membuat ribuan penonton merangsek mendekati panggung dan memekik memecah langit malam yang – untungnya – sangat cerah dan bersahabat. Dan “Hangar 18” yang menjadi nomor pembuka pun menggetarkan panggung diikuti koor massal dan anggukan headbang yang kompak seolah dititah langsung oleh sang pemilik lagu.

Tampak jelas, performa Dave Mustaine mengalami penurunan di lini vokal yang terdengar semakin banyak diakali. Sepertinya penggunaan efek yang berlimpah untuk menutupi kekurangan menjadi bekal utama demi menopang suguhan Megadeth secara keseluruhan. Tapi kehadiran dua darah segar, yakni mantan gitaris Angra, Kiko Loureiro yang masuk menggantikan Chris Broderick pada November 2014 serta Dirk Verbeuren (Soilwork) yang menjadi penerus tugas Chris Adler (Lamb of God) sangat membantu energi band ini. Keduanya memberi tambahan sengatan bervoltase tinggi terhadap penampilan Megadeth di panggung.

Dan hasilnya, geberan distorsi yang menghujam penonton sepanjang konser tetap terasa sarat greget, dan para pemuja Megadeth pun tak henti terpompa untuk terus bernyanyi mengikuti nomor-nomor dahsyat mereka seperti ”Wake Up Dead”, “In My Darkest Hour”, “Sweating Bullets”, “Trust”, “She Wolf”, “A Tout Le Monde, “Tornado of Souls”, “Peace Sells.. But Who’s Buying?”, “Symphony of Destruction”, “Holy War… And the Punishment Due” serta beberapa lagu dari album “Dystophia” yang berhasil memenangkan Grammy Awards 2017 untuk kategori “Best Metal Performance”. Seluruh penonton seolah setuju untuk mengesampingkan ‘cacat’ di lini vokal, bahkan cenderung tak perduli, memilih menikmati lagu-lagu favorit mereka dan tersenyum bahagia saat konser tersebut usai.

Penampilan semalam merupakan yang ketiga kalinya bagi Megadeth di Indonesia. Sebelumnya, mereka pernah menggelar konser dengan dua formasi yang berbeda. Pertama, saat tampil di Stadion Teladan, Medan, pada 31 Juli 2001 silam, Dave Mustaine dan David Ellefson ditemani Al Pitreli (gitar) dan Jimmy DeGrasso (dram). Sementara saat konser di Tennis Outdoor Senayan, Jakarta pada 25 Oktober 2007, Dave dikawal oleh dua bersaudara, Glen Drover (gitar), Shawn Drover (dram) serta mantan bassis White Lion/Black Label Society, James Lomenzo.

Selain Megadeth, penampilan Tarja Turunen di rangkaian pesta metal Hammersonic semalam juga berhasil mencuri perhatian penonton. Mantan vokalis band metal simfonik Nightwish tersebut menyuguhkan akrobat vokal soprano yang luar biasa, meliuk mulus dengan terapan teknik serta jangkauan tiga oktav yang membuat para pemujanya di depan panggung merinding penuh kekaguman.

Salah satu highlight yang mewarnai Hammersonic kali ini adalah penampilan khusus dan terakhir dari unit thrash metal legendaris Tanah Air, Sucker Head, sebagai penghormatan kepada mendiang Krisna J. Sadrach, pendirinya, yang juga merupakan salah satu pengonsep Hammersonic Festival. Momentum tersebut juga menjadi penanda dirilisnya album rekaman terakhir Sucker Head yang bertajuk “Simphoni Kehidupan”.

Selain Megadeth dan Tarja Turunen, pesta musik keras yang berlangsung sejak siang hingga dini hari tersebut juga di antaranya menghadirkan band-band internasional seperti The Black Dahlia Murder (AS), Whitechapel (AS), Northlane (Australia), Earth Crisis (AS), Desecravity (Jepang), Entombed AD (Swedia), I See Stars (AS) dan Abbath (Norwegia), serta para jawara lokal seperti Seringai, Siksakubur, Revenge The Fate hingga Killharmonic. (Mdy)

Foto-foto lengkap dari konser Hammersonic Festival 2017 akan dimuat di majalah digital MUSIKERAS yang akan terbit pada 15 Mei 2017 mendatang.

Kredit foto: Mikhail Teguh Pribadi

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY