Salah satu album rock terbaik dan terlaris dunia, “Hysteria” karya unit rock legendaris asal Inggris, Def Leppard sebentar lagi memasuki usia 30 tahun, sejak dirilis pertama kali pada 3 Agustus 1987 silam. Dari album inilah, melejit sejumlah lagu klasik sepanjang masa, seperti “Animal”, “Women”, “Pour Some Sugar on Me”, “Armageddon It”, “Love Bites”, “Rocket” dan “Hysteria”.

Untuk merayakannya, pihak labelnya, Bludgeon Riffola/Mercury/Ume bekerja sama dengan pihak band bakal merilis ulang “Hysteria (Remastered 2017)” pada 4 Agustus 2017 mendatang. Versi ini akan dipasarkan dalam berbagai format, yaitu Super Deluxe Edition, Deluxe Version, satu cakram padat (CD) Vanilla Version, dua keping piringan hitam (vinyl) serta dua keping vinyl berwarna dalam jumlah terbatas. Tidak hanya itu, keseluruhan kemasan bakal dibekali lagu-lagu dari rilisan B-sides serta beberapa trek rekaman live, plus rekaman audio lagu “In The Round In Your Face (Live)” yang termuat di CD untuk pertama kalinya.

“Sulit sekali dipercaya sudah 30 tahun berlalu sejak ‘Hysteria’ dirilis. Rasanya baru kemarin,” ujar vokalis Def Leppard, Joe Elliott.

“Sebuah puncak kesuksesan komersil kami,” imbuh gitaris Phil Collen. “Terima kasih untuk kengototan (produser) Mutt Lange sehingga kami bisa menciptakan karya artistik yang hybrid antara musik hard rock dan pop Top 40 dengan menggunakan segala macam genre sebagai sumber inspirasi. Sebuah album rock yang melejitkan tujuh single hit. Sebuah misi yang berhasil.”

Sejak dirilis, sejauh ini angka penjualan album “Hysteria” sudah mencapai 25 juta keping di seluruh dunia dan masih terus bertambah. Di Amerika, Def Leppard adalah satu dari sedikit band rock yang bisa mencetak angka penjualan di atas 10 juta keping dari dua album yang berbeda. Band lainnya adalah The Beatles, Led Zeppelin, Pink Floyd dan Van Halen. Sebelum “Hysteria”, Def Leppard juga merajai chart dan mencetak sukses komersil lewat “Pyromania” (1983), album yang melejitkan lagu “Photograph”, “Rock of Ages”, “Foolin’” dan “Too Late for Love”.

Saat merilis “Hysteria”, Def Leppard yang terbentuk pada 1977 di Sheffield masih diperkuat formasi terbaiknya, yakni Joe Elliott, Phil Collen, Steve Clark (gitar), Rick Savage (bass) dan Rick Allen (dram). Pada 8 Januari 1991, Steve Clark meninggal dunia di rumahnya di London akibat overdosis konsumsi alkohol dan narkoba. Akhirnya, proses penggarapan album sukses Def Leppard selanjutnya, yakni “Adrenalize” diteruskan dengan formasi berempat. Untuk menjalani promosi “Adrenalize” setelah dirilis pada 31 Maret 1992, Def Leppard lantas mengaudisi beberapa gitaris, termasuk Adrian Smith (Iron Maiden), John Sykes (Whitesnake) dan Gary Hoey. Namun pilihan lantas jatuh pada Vivian Campbell, mantan gitaris Dio dan Whitesnake. Dengan formasi Joe, Phil, Rick Savage, Rick Allen dan Vivian, Def Leppard lantas tampil di acara The Freddie Mercury Tribute Concert di Wembley Stadium, London, pada April 1992. Formasi ini bertahan hingga sekarang. (MK03)

Kredit foto: Ross Halfin

.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY