Dua album terbaru milik unit penggeber musik cadas senior dunia, yakni “Gods Of Violence” milik Kreator dan “Atonement” dari Immolation baru-baru ini telah diedarkan dalam format cakram padat (CD) untuk wilayah Indonesia oleh Undying Music, salah satu label independen lokal asal Ciputat, Tangerang yang telah beroperasi sejak Agustus 2002. Undying Music mendapatkan lisensi pengedaran kedua album tersebut dari Nuclear Blast Records, label rekaman dan distributor karya rekaman khusus rock dan metal asal Jerman yang telah berkiprah sejak 1987 silam.

“Gods Of Violence” adalah album studio ke-14 Kreator dan menampilkan formasi Mille Petrozza (vokal/gitar), Jürgen “Ventor” Reil (dram), Christian “Speesy” Giesler (bass) dan Sami Yli-Sirniö (gitar). Unit thrash metal legendaris asal Jerman ini menggarap album tersebut selama kurang lebih tiga tahun. Pada musim dingin 2015, Kreator berangkat ke Swedia untuk bekerja sama dengan produser metal legendaris, Jens Bogren di studionya, Fascination Street Studios. “Gods Of Violence” melibatkan olahan orkestrasi dari band death metal asal Italia, Fleshgod Apocalypse, petikan harpa dari musisi berusia 12 tahun, Tekla-Li Wadensten di lagu “Gods Of Violence” serta tiupan bagpipe dari Boris Peifer (In Extremo) di komposisi “Hail To The Hordes”.

Selain itu, juga ada kolaborasi penulisan lagu antara Mille dan Dagobert Jäger, seorang penyanyi dan penulis lagu asal Swiss di komposisi bertajuk “Fallen Brother”, sebuah lagu yang dipersembahkan Kreator khusus untuk para ikon musik rock yang telah tiada, seperti Lemmy (Motorhead), Jeff Hanneman (Slayer), Cliff Burton (Metallica), Peter Steele, Prince, David Bowie, Bon Scott (AC/DC) dan lainnya.

Sebagai sebuah band, kesuksesan penggarapan “Gods Of Violance” tak lepas dari kesolidan formasi Kreator sejauh ini. Karena Mille sendiri mengakui, ia tidak melihat adanya alasan untuk berganti-ganti formasi. “Sebuah band bekerja seperti sebuah organisme hidup. Saya sangat menyukai formasi yang konsisten. Anda harus jujur satu sama lain, tidak menghindari konflik, dan harus bisa menyisihkan ego,” cetus Mille lewat press release resmi album “Gods Of Violance”.

Kreator dibentuk di Essen, Jerman pada 1982 silam, dengan format thrash yang kurang lebih senada dengan besutan band-band semacam Destruction, Sodom atau Tankard. Sejauh ini, Kreator sudah menghasilkan sebanyak 13 album studio, dua album mini (EP), dua album konser dan tiga kompilasi. Kreator adalah band thrash metal Jerman pertama yang berhasil bergabung di label major, yakni Epic Records, pada 1988.

Immolation, unit death metal asal New York, AS merilis album terbarunya, “Atonement” sejak Februari 2017 lalu. Ross Dolan (vokal/bass), Robert Vigna (gitar), Steve Shalaty (dram) dan Alex Bouks (gitar) menggarap rekamannya di Millbrook Sound Studios di Millbrook, New York bersama produser langganannya, Paul Orofino. Sementara untuk mixing dan mastering dieksekusi oleh Zack Ohren, sound engineer yang  juga pernah memoles album milik All Shall Perish, Decrepit Birth dan Suffocation. Dan untuk tampilan yang lebih cadas di sampul albumnya, Immolation melibatkan kolaborasi artis Pär Olofsson (Immortal, The Faceless, Exodus, Abysmal Dawn) dan Zbigniew Bielak (Ghost, Enslaved, Paradise Lost).

Menurut Ross Dolan, setiap lagu di “Atonement” memiliki keunikannya tersendiri, menawarkan pendengar pesan-pesan kegelapan yang luas. “Sound di rekaman ini benar-benar sesuai dengan yang kami harapkan, dan kami merasa produksinya telah memberi sound yang masif. Kami semua bangga dengan apa yang kami buat di album ini, dan berharap penggemar kami bisa menikmati 11 lagu sesuai dengan yang mereka harapkan,” urainya via press release.

Single “Destructive Currents” sendiri dipilih sebagai pembuka jalan karena sangat mewakili kecepatan dan agresivitas “Atonement”. “Sangat powerful,” tegas Ross meyakinkan.

Immolation terbentuk pada Mei 1986 silam, namun baru resmi menggunakan nama “Immolation” pada April 1988. Sejauh ini, mereka sudah merilis 10 album via label Roadrunner Records, Metal Blade, Listenable Records dan Nuclear Blast, yaitu “Dawn of Possession” (1991), “Here in After” (1996), “Failures for Gods” (1999), “Close to a World Below” (2000), “Unholy Cult” (2002), “Harnessing Ruin” (2005), “Shadows in the Light” (2007), “Majesty and Decay” (2010), “Kingdom of Conspiracy” (2013) dan “Atonement” (2017).

Sejauh ini, Undying Music yang digagas oleh Bimo D. Samyayogi, seorang underground entrepreneur, tercatat telah merilis cukup banyak produk-produk rekaman luar dan dalam negeri, baik dalam format kaset hingga CD. Di antaranya, album milik Necrophagist, Caliban, Poison the Well, Walls of Jericho, Eighteen Vision, Sentenced, Nevermore hingga Soilwork. Sementara untuk rilisan lokal, Undying Music antara lain pernah mengedarkan album milik Kekal, yakni “1000 Thoughts of Violence” dan Asphyxiate “The Process of Mutilation”. Lalu yang terbaru, album mini (EP) debut Dunia, sebuah band progressive metal/djent berformat instrumental asal Jakarta. (MK01)

Kredit foto: Robert Eikelpoth (Kreator)

.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY