Sejak 2016 lalu, dua personel unit rock Jikunsprain yang tersisa, yakni gitaris Jikun dan bassis Oktav memutuskan kembali melakukan pergerakan musikal. Langkah pertama adalah merekrut dua personel baru, yakni Sasongko (vokal) dan Reza (dram) yang lantas menggiring band ini ke pergeseran warna musik yang lebih fresh. Dan hasilnya, setelah didahului serangkaian peluncuran single, Jikunsprain telah memantapkan diri untuk merilis album mini terbaru “Bertuhan Dengan Marah” via label Greenland Records.

Di album yang beramunisi enam track, yakni “Bertuhan Dengan Marah”, “Bedebah”, “Malaikat Hitam”, “Liar”, “Gelap” dan lagu daur ulang milik band rock legendaris Indonesia, God Bless yang bertitel “Rock Di Udara”. Tiga lagu di antara yang disebutkan tadi sudah beredar lebih dulu dalam format single digital, yaitu “Malaikat Hitam”, “Rock di Udara” dan “Gelap” (yang juga sudah termuat di album kompilasi “Musikeras Cracked It! Vol. 2”). 

Seperti yang dikutip dari press release yang dikirim ke redaksi MUSIKERAS, formasi baru Jikunsprain telah membuat materi lagu di album “Bertuhan dengan Marah” terdengar berbeda. Lebih berani, meledak-ledak sekaligus penuh dengan dinamika yang beragam. Seluruh track dan lirik diaransemen dan ditulis sendiri oleh Jikun, penggagas lahirnya Jikunsprain, yang juga dikenal sebagai gitaris band rock senior asal bandung, /rif. Ia merekam seluruh isian gitar, dram dan bass di studio milik Greenland Records. Tapi khusus lagu “Malaikat Malam” dan “Rock di Udara” masing-masing direkam di studio milik Fajar Satritama (dramer God Bless dan Edane) dan di TMII.

Secara keseluruhan, kali ini Jikun menyodorkan konsep rock yang lebih mengarah ke tekstur heavy metal yang belum pernah disentuh Jikunsprain sebelumnya. Begitu pula dengan ungkapan lirik. Jikun mencoba mengedepankan isu sosial, sebuah tema yang sangat berbeda dibanding “Sprained”, album sebelumnya.

“Hampir semua lirik dan tema dari lagu-lagunya berkesan gelap, korban kesesatan, kemarahan, pembodohan dan keyakinan yang dipertaruhkan,” cetus Jikun kepada MUSIKERAS, menegaskan.

‘Bertuhan Dengan Marah’ akan diedarkan secara terbatas dalam bentuk cakram padat (CD) serta tersedia pula dalam layanan musik digital seperti iTunes, Spotify dan lain lain. Pesta rilisnya sendiri bakal diselebrasikan pada 4 Agustus 2017 mendatang di Borneo Beer House, Jakarta.

Karir Jikunsprain mulai bergulir sejak satu dekade silam, tepatnya awal 2007. Lalu pada April 2008 merilis album debut bertajuk “jikuNspraiN” yang memuat enam komposisi instrumental plus dua lagu berlirik, yakni berjudul “Untuk Dirimu” dan “Throwing Life”.  Di proyek awal ini, Jikun dibantu oleh bassis Oktav, vokalis Pongky (Jikustik/The Dance Company) serta mendiang Andre Chilling (dram). Album tersebut hanya diproduksi terbatas, hanya sekitar 1000 keping. Pada Juli 2008, terjadi perubahan formasi band, dimana Bima (dram) dan Megadalle/Oggie (vokal) masuk menggantikan Andre dan Pongky. Formasi ini lantas tampil pertama kali di panggung “Jakarta Rock Parade” pada 13 Juli 2008. Setelah sempat menelurkan single bertajuk “Ngetop” via “NuBuzz Compilation Album” pada Desember 2008, Jikunsprain lantas merilis album berikutnya, yakni “Sprained” pada 16 Maret 2009. (MK01)

.

 

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY