Rangkaian tur dunia untuk mempromosikan album terakhirnya, “Dissociation” (2016) yang mencakup kawasan Eropa, Israel, Australia hingga Amerika rupanya menandai pula akhir perjalanan karir The Dillinger Escape Plan. Pada 29 Desember 2017 mendatang, salah satu pionir progressive metal/mathcore tersebut bakal menggelar konser perpisahannya di Terminal 5, New York City, dengan membawa serta Code Orange dan Daughters sebagai band pendamping.

The Dillinger Escape Plan telah malang-melintang di panggung musik keras selama dua dekade dan berhasil merebut perhatian dunai berkat konsep musik yang inovatif dan sarat manuver struktur komposisi yang tak biasa. Menurut Greg Puciato (vokal), Ben Weinman (gitar), Liam Wilson (bass), Billy Rymer (dram) dan Kevin Antreassian (gitar), pemilihan New York sebagai kota terakhir yang menjadi saksi penutupan karir didasari alasan bahwa di sanalah mereka merasa seperti berada di kampung halaman. Kendati The Dillinger Escape Plan sendiri sebenarnya berasal dari New Jersey.

“Buat saya, khususnya dalam konteks panggung, New York selalu berada dalam daftar kecil kami, dimana kami merasa seperti kembali ke kampung halaman,” ujar Greg Puciato via press release. “Kotanya sendiri sudah memancarkan banyak energi. Banyak konser seru di sana, kenangan-kenangan tak terlupakan – baik di panggung maupun di luar panggung, banyak wajah-wajah yang tak asing di antara kerumunan penonton serta di belakang panggung.”

“Kami butuh (segera) menutup buku, (tapi) kami perlu mengonsep akhir cerita yang dramatis,” cetus Ben Weinman menegaskan alasannya membubarkan The Dillinger Escape Plan. Saat pertama kali mengungkapkannya pada personel band lainnya, respon yang Ben terima adalah kebingungan. ‘Kenapa harus melakukannya sekarang? (Bukankah) Segalanya berjalan dengan sangat baik….’ 

“Jadi saya jawab, justru itulah kenapa harus melakukannya sekarang. Karena harus ada niat. Musik Dillinger yang ‘rusuh’ sendiri memang diniatkan terkonsep seperti itu, setiap not yang lahir memang dengan tujuan yang jelas. Jadi saya merasa juga sangat penting buat kami untuk (meniatkan) menutup buku, seperti yang biasa dilakukan terhadap setiap karya seni yang bagus.”

The Dillinger Escape Plan terbentuk pada 1997 silam, yang merupakan cikal bakal dari unit trio hardcore punk bernama Arcane, yang dihuni Ben Weinman, Dimitri Minakakis (vokal) dan Chris Pennie (dram). Saat merekam demo perdananya, diberi judul “The Dillinger Escape Plan”, yang terinspirasi dari seorang kriminal perampok bank di era 1930an bernama John Dillinger, yang dikenal sangat lihai meloloskan diri dari penjara. Demo tersebut lantas dirilis oleh Now or Never Records pada 1997, yang lantas disusul tur menggunakan nama The Dillinger Escape Plan. Dalam perjalanannya, formasi band ini beberapa kali mengalami perubahan. Dimitri Minakakis bertahan hingga 2001, sementara Chris Pennie mengundurkan diri enam tahun kemudian.

Sejak terbentuk, The Dillinger Escape Plan telah menghasilkan enam album studio, yaitu “Calculating Infinity” (1999), “Miss Machine” (2004), “Ire Works” (2007), “Option Paralysis” (2010), “One of Us Is the Killer” (2013) dan “Dissociation”. (MK03)

.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY