Bayangkan keunikan dan intensitas Deftones, A Perfect Circle atau Chevelle digabungkan dengan elemen post-grunge, lalu disuguhkan dengan tekstur progressive rock. Menu itulah yang kurang lebih dihadirkan Hundred Suns, unit rock baru hasil kolaborasi vokalis dan penulis lirik Cory Brandan (Norma Jean), Ryan Leger (mantan dramer Every Time I Die) dan mantan gitaris sekaligus penulis lagu Dead & Divine, Chris LeMasters.

Pada 11 Agustus 2017 lalu, trio alternative metal ini telah merilis album debut bertajuk “The Prestaliis” via label New Damage Records. Sebuah album yang membutuhkan empat tahun proses penggarapan, sejak band ini mulai menggeliat pada 2013 silam. Proses rekaman album yang antara lain telah melepas single “Last Apology” dan “Amaranthine” tersebut digarap bersama produser sekaligus engineer Sam Guaiana (Like Pacific), Jeremy SH Griffith (Norma Jean, Underoath) serta gitaris Saosin, Beau Burchell yang sekaligus mengeksekusi penataan suara (mixing).

“(Awalnya) kami memang sudah berteman,” ungkap Cory Brandan kepada majalah Revolver mengenai gagasan awal lahirnya Hundred Suns. “Sekitar awal 2013 saat Chris (LeMasters) mengirimkan saya beberapa lagu demo untuk sebuah proyek yang sedang ia garap. Dia menyebut Ryan (Leger) juga tertarik dengan proyek tersebut. Jadi saya sudah langsung merasa terlibat di dalamnya meski belum mendengar musiknya. (Karena) Yang ingin saya lakukan di hidup saya adalah bermusik bersama teman-teman saya.“

Lebih jauh, Cory menyebut “Amaranthine” sebagai salah satu lagu yang sangat disukainya. Alasannya, musiknya sangat eksperimental dan dinamis. Di trek ini kerjasama ‘kimiawi’ antara Chris dan Ryan sangat seimbang dan menyisakan ruang eksplorasi yang luas buat vokal. Nuansanya yang ‘gelap’ sangat bersenyawa dengan tema lirik yang terinspirasi masalah kejahatan perdagangan manusia yang saat ini makin mengkhawatirkan. Berkaitan dengan masalah itu, Cory, Chris dan Ryan pun sepakat menyumbangkan hasil penjualan single “Amaranthine” ke THORN, sebuah organisasi yang membantu dan melindungi anak-anak dari kejahatan eksploitasi seksual.  (MK03)

.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY