Untuk menegaskan pemujaannya terhadap musik, unit sludge/doom metal asal Bali, Cyclops lantas mewujudkannya lewat sebuah album rekaman bertajuk “The Worship” yang dirilis sejak Agustus 2017 lalu via Denses Record dalam format pita kaset. Sebelumnya, salah satu lagu dari album tersebut, bertitel “Die” telah diluncurkan melalui kanal SoundCloud Denses Record.

Judul “The Worship” sendiri memang berarti pemujaan. Tapi menurut pihak band yang diuraikan dalam naskah siaran persnya, pemujaan yang mereka maksud dipersembahkan untuk segala kesenangan mereka. “Salah satunya bermusik,” tegas Cyclops.

Proses rekaman “The Worship” digarap di Def Music Crib, termasuk eksekusi mixing dan mastering sejak Juli 2016 lalu, yang diawali lewat rekaman lagu “Brontes, Steropes, & Arges”.

“Proses rekaman ini pun sebenarnya sempat mengalami stagnansi dikarenakan masalah dana. Beberapa kali kami melakukan penggalangan dana dengan cara membuat dan menjual merch berupa kaos dan akhirnya keuntungan dari penjualan tersebut kami gunakan sepenuhnya untuk rekaman album ‘The Worship’ ini,” urai Gungyoga (vokal/dram) kepada MUSIKERAS.

Lalu apa alasan Cyclops merilisnya dalam format kaset? “Karena kebetulan saya suka mengoleksi rilisan fisik, terutama kaset. Dan juga,  Denses Record kebetulan hanya fokus merilis dalam format kaset. Tapi di album ‘The Worship’ ini terdapat download card yang artinya bagi kalian yang tidak memiliki cassette player bisa mengunduhnya via bandcamp. Untuk format CD sepertinya kami belum memikirkannya.”

Terbentuknya Cyclops sendiri sebenarnya tanpa disengaja. Berawal dari ajakan jamming di pesta perilisan album mini (EP) rekan mereka, yaitu Color Theory. Dan setelah acara tersebut, para personel Cyclops memutuskan untuk melanjutkannya. Awalnya beranggotakan tiga orang, namun karena salah di antaranya terlalu sibuk pada pekerjaannya, akhirnya diputuskan berjalan hanya dengan dua personel saja, yakni Gungyoga dan Black (gitar/vokal).

Sementara dari segi konsep, Cyclops banyak mengulik pengaruh-pengaruh dari genre doom, sludge hingga stoner metal yang dikumandangkan Sleep, YOB, Eyehategod, Fistula, Weedeater, Bongzilla hingga Black Sabbath. Namun khusus lirik, temanya juga banyak terinspirasi dari band-band hardcore punk. (MK01)

.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY