Butuh waktu hampir tiga dekade buat Razzle, salah satu unit rock senior asal Jakarta untuk merilis album perdananya. Terbentuk sejak awal era ‘90an, namun baru berhasil ‘pecah telur’ pada Mei 2017 lalu, saat mereka akhirnya merilis album perdana bertajuk “Rock N Roll Rules”, dimana peredarannya Razzle bekerja sama dengan label Sangu Management dan Cadaazz Pustaka Musik. Sebagai single pembuka, sudah lebih dulu diluncurkan ke khalayak rock lewat single “Manusia Biasa”. Dan baru-baru ini, band yang kini diperkuat formasi Robbie Matulandi (vokal), Peter Mekel (Gitar), Irvan Cader (Gitar), Joey Sudewo (Bass) dan King Cader (dram) tersebut kembali meluncurkan single baru bertajuk “Orang-Orang Besar”.

Kenapa butuh waktu yang sangat lama? Banyak faktor penyebabnya. Seperti yang diutarakan pihak Razzle kepada MUSIKERAS, sepanjang karirnya band ini terus didera bongkar pasang formasi, plus kesibukan para personelnya di proyek lain. Termasuk keterlibatan Robbie Matulandi di Edane yang menghasilkan album “Time to Rock” serta penggantian sistem dan software komputer tempat mereka melakukan rekaman.

“Ada kejadian atau musibah Razzle pernah kehilangan data rekaman lagu-lagu sehingga harus melakukan rekaman ulang dan sulitnya mencari label yang bisa menerima warna musik seperti Razzle saat itu.”

Padahal di luar faktor-faktor tadi, Razzle dihuni para musisi yang mengaku tidak kesulitan dalam menjalani proses penulisan lagu sendiri. Salah satu hal yang biasanya cukup sulit dilakukan oleh band yang banyak menghabiskan waktu di atas panggung membawakan lagu-lagu cover version. Selama ini, Razzle memang dikenal kerap menggeber lagu-lagu rock asing dari band-band rock dunia seperti  Guns N’ Roses, Cinderela hingga Motley Crue.

“Sejak awal berdiri Razzle sudah membuat lagu sendiri dan tidak bergantung sebagai band yang meng-cover band-band lain atau band internasional. Lagu-lagu cover dibawakan hanya untuk keperluan panggung saja, sementara proses pembuatan lagu sendiri tetap berjalan,” tandas mereka menegaskan.

Dan terbukti, saat penggarapan rekaman album “Rock N Roll Rules”, para personel Razzle mengaku tidak mengalami kendala teknis. Karena mereka selama ini telah tertempa pengalaman bergelut di studio sejak era studio rekaman masih menggunakan sistem analog, yang tentunya memiliki tantangan tersendiri dibanding sistem digital saat ini. “Jadi ketika kami dihadapkan pada rekaman digital, malah lebih mudah lagi kami ikuti secara teknis.”

Tentang lagu “Orang-Orang Besar” yang diciptakan oleh kakak beradik Peter Mekel dan Once Mekel (mantan vokalis Dewa 19), dimainkan oleh para personel Razzle secara mengalir saja sesuai dengan wawasan musik masing-masing yang condong ke musik rock n roll. Lagu itu dimainkan secara keras dengan menggabungkan sedikit pengaruh grunge sehingga Razzle menamakan aliran musik mereka dengan istilah ‘rock n roll alternative’.

“Untuk masalah konsep musik, Razzle tidak mau terbebani masalah trend karena kami tentunya sudah memiliki influence yang berbeda beda, sehingga Razzle bermain musik dan mengaransemen sebuah lagu dengan cara mengalir mengikuti influence masing-masing.”

Single “Orang-Orang Besar” sendiri digeber dengan sound yang tetap vintage, seperti di single sebelumnya “Manusia Biasa”, yang diawali riff-riff permainan gitar rock n roll yang mengingatkan kita pada riff maestro gitar dunia, Jimi Hendrix.

Cikal bakal Razzle bermula di sebuah cafe Pid Pub, di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan pada awal ’90an. Dari proses jamming lantas berlanjut menjadi sebuah band. Era itu, formasinya diperkuat oleh Robbie Matulandi, Peter Mekel, Judhapran (bass) dan Rudy Soedjarwo (dram). Namun di tengah jalan, perubahan formasi mulai terjadi. Rudy Soedjarwo digantikan oleh Riri Riza. Judha sendiri sempat membentuk band thrash metal bernama Rotor bersama Irvan Sembiring dan mendiang Jodie. Sedangkan Rudy dan Riri belakangan lebih berkonsentrasi di dunia perfileman. Setelah itu, Razzle sempat vakum setelah ditinggal Judha (meninggal dunia pada 1998) dan baru aktif lagi pada periode 2002-2004 dimana mereka diperkuat formasi Robbie, Peter, Irvan Cader, Joey, King, Ardie Bjosh (bass) dan Hamid Alatas (piano).

Pada 2004, Robbie direkrut bergabung di Edane sehingga posisinya lantas sempat diisi oleh mantan vokalis Elpamas, Baruna Priyotomo. Namun kehilangan Robbie Matulandi kembali membuat Razzle vakum, ditambah kegiatan Peter yang memilih fokus di band Getah yang juga merilis album. Pada 2006, Razzle kembali bangkit untuk kedua kalinya dan mulai kembali manggung serta berkutat di studio sampai 2008, dimana mereka mendapat kesempatan mengisi soundtrack film karya Rudy Soedjarwo berjudul “Liar”. Di saat bersamaan, Robbie yang tak lagi memperkuat Edane juga menjalani proyek band bernama Wolfgang’s dan melahirkan sebuah album. Namun beberapa tahun kemudian, Razzle kembali berkumpul dan akhirnya bisa melewati segala rintangan untuk merampungkan album “Rock N Roll Rules”. (MK01)

.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY