Meninggalnya Chris Cornell pada 18 Mei 2017 lalu tidak hanya meninggalkan rasa kehilangan luar biasa bagi panggung rock dunia, namun juga telah membatalkan sejumlah rencana menarik. Salah satunya adalah reuni Audioslave!

Audioslave adalah supergrup bentukan 2001 di Los Angeles, AS, yang menggabungkan kharisma luar biasa dari Chris Cornell, vokalis unit grunge Soundgarden dengan kedahsyatan tiga musisi dari kuartet rock beroktan tinggi, Rage Against the Machine, yakni Tom Morello (gitar), Tim Commerford (bass) dan Brad Wilk (dram). Sebelum bubar pada Februari 2007, Audioslave sempat menelurkan tiga album studio, yaitu “Audioslave” (2002), “Out of Exile” (2005) dan “Revelations” (2006). Dari ketiga album studio tersebut, melejitkan beberapa single seperti “Cochise”, “Like a Stone”, “Set It Off”, “Show Me How to Live”, “I Am the Highway”, “Like a Stone” dan “Be Yourself”.

Sebelum Chriss meninggal dunia, Tom Morello menuturkan kepada media The Pulse Of Radio bahwa ia dan Chris sempat mendiskusikan kemungkinan untuk mewujudkan reuni Audioslave dengan format yang lebih kreatif. Rencana itu niatnya akan dieksekusi sebagai bagian dari konser Prophets of Rage, band terbaru Tom, Tim dan Brad. Ide reuni resmi mengemuka setelah mereka sempat tampil bersama membawakan tiga lagu di konser Prophets of Rage’s Anti-Inaugural Ball, yang digelar pada 20 Januari 2017 lalu.

“(Sejak itu) Kami mulai membahas kemungkinan menggelar konser yang kurang lebih serupa, mungkin menyertakannya di konser Prophets of Rage,” ungkap Tom Morello, mengenang.

Tapi tentu saja, ide itu mau tidak mau harus terkubur bersama jenasah Chris Cornell. Namun demikian, menurut Tom, ia sangat bersyukur masih sempat menggelar reuni kecil-kecilan pada Januari lalu itu. “Audioslave tidak manggung selama 12 tahun, jadi sangat menyenangkan bisa dekat kembali dan bermusik lagi, dan memainkan beberapa lagu Audioslave dan berdiri di sampingnya. It was wonderful.”

Pengakuan Tom lainnya, sebenarnya Audioslave masih punya beberapa stok lagu rekaman yang belum kesampaian dirilis, sisa dari sesi rekaman tiga album studio mereka. Tapi ia belum bisa menjanjikan apakah bisa merilisnya menjadi sebuah album rekaman baru atau tidak. “Saat ini saya tidak tahu apakah akan ada waktu yang tepat untuk merilisnya, tapi saya (juga) tidak melihat ada alasan untuk tidak merilisnya.”

Saat ini, Tom Morello, Tim Commerford dan Brad Wilk sedang disibukkan tur promosi album debut band barunya, Prophets of Rage yang terbentuk pada 2016 lalu. Sebuah unit supergrup hasil kolaborasi para personel grup rock Rage Against the Machine dengan DJ Lord (turntables/vokal latar), Chuck D (vokal) dan B-Real (vokal) dari dua legenda hip hop, Public Enemy dan Cypress Hill. Pada 15 September 2017 lalu, Prophets of Rage merilis album pertamanya via Fantasy Records, dan berhasil menempati peringkat 20 besar terlaris di beberapa negara, seperti di Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Jerman, Selandia Baru dan Australia. (MK02)

.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY