Hampir setahun sejak merilis album mini (EP) “Semesta Fana”, kini unit progressive/djent metal berformat instrumental asal Jakarta, DUNIA menyeruak lagi ke permukaan lewat single baru bertajuk “Re:introspection”. Karya rekaman terbaru ini digarap secara eksklusif untuk keperluan album kompilasi digital “MUSIKERAS CRACKED IT! VOL. 3” yang telah dirilis oleh MUSIKERAS dan LOCKER MEDIA pada 29 September 2017 lalu.

“Kami sangat antusias dan merasa tertantang untuk menciptakan lagu baru dalam kurun waktu kurang dari satu bulan,” cetus gitaris Yutsi kepada MUSIKERAS, mewakili personel lainnya, yakni Joshua (dram), Tama (bass) dan Redhy (gitar).

“Kami menempuh cukup banyak proses kreatif dalam pembuatan lagu ‘Re:introspection’ ini. Kami sebelumnya memang tertantang untuk keluar dari zona nyaman dalam proses pembuatan lagu,” urai Yutsi lebih jauh.

Saat penggarapan rekaman, menurut Yutsi lagi, ia memaksimalkan penggunaan instrumen gitar (7 string) dan bass (5 string). Detailnya adalah gitar Delicore Ikarus 7, Rick Hanes 7 dan PRS Baritone. Sedangkan untuk bass mengandalkan Ernie Ball Music Man Bongo 5 String. “Untuk tone gitar dan bass kami serahkan sepenuhnya kepada Kemper profiler amp yang sangat variatif, agresif, dan top notch.”

Lalu Redhy dan Tama mengusulkan untuk tidak hanya bermain di tuning Drop A (A-E-A-D-G-B-E), dan muncullah ide untuk membangun riffs di tuning G-C-G-C-F-A-D. Proses pembuatannya sendiri dimulai dari riff yang dibuat oleh Yutsi, lalu di kembangkan bersama-sama. Sementara untuk aransemen dram, digarap oleh Joshua dan Tama. Redhy sendiri menembus batas permainan gitarnya pada lagu “Re:introspection” dengan menghadirkan teknik ‘thumping’ yang dipopulerkan oleh Tosin Abasi dan Javier Reyes dari band Animals As Leaders.

Proses rekaman “Re:introspection” dilakukan selama tiga hari, termasuk penataan suara (mixing) dan pelarasan (mastering) yang dilakukan oleh Tama di studio miliknya. “Kendala dalam proses rekaman kemarin adalah beberapa dari kami memang sangat sibuk dengan pekerjaannya masing-masing, jadi kami benar-benar harus konsentrasi pada saat rekaman, yang memang harus kondusif dan efektif.”

DUNIA yang terbentuk pada awal 2015 memilih djent sebagai ‘agama’ musiknya karena terinspirasi band-band dan beberapa proyek instrumental progresif yang mengeksplorasi aspek-aspek musik yang luas, seperti time-signature, scale, chords, tone, dan karakter masing-masing individu. Antara lain, referensinya berkisar pada musik dari Periphery, Haunted Shores, Intervals, TesseracT, Meshuggah, hingga Liquid Tension Experiment.

“Awalnya, kami sepakat untuk membuat proyek DUNIA ini secara serius namun santai. Kami sempat memiliki vokalis, namun karena sang vokalis memiliki kesibukan yang tak terelakkan, dan setelah kami rembuk beberapa bulan, kami pun memutuskan untuk maju dengan format instrumental.”

Oh ya, selain Dunia, album kompilasi digital “MUSIKERAS CRACKED IT! VOL. 3” juga menghadirkan lima band aliran keras lain, yaitu band rock legendaris Grassrock, lantas ada Kelompok Penerbang Roket dan OMNI, kemudian pejuang death metal Straightout serta unit penganut paham modern rock, JumperFi yang sudah diulas profilnya kemarin. Kini, lagu-lagu mereka sudah bisa didapatkan di berbagai gerai digital seperti iTunes, Spotify, Joox dan lain-lainnya.

Lebih jauh mengenai komposisi album “MUSIKERAS CRACKED IT! VOL. 3”, kami akan kembali membahasnya di portal ini secara lebih rinci, termasuk judul-judul lagunya. Jangan lewatkan pula cerita Grassrock mengenai lagu yang mereka persembahkan buat kompilasi ini – plus perisapan perilisan album terbarunya – di Majalah Digital Musikeras #11, yang segera bakal tersedia untuk pengunduhan gratis di portal ini. (*)

.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY