Mengikuti sukses album terbaru “Crooked Teeth” yang diluncurkan oleh label Eleven Seven Music sejak Mei 2017 lalu dan telah didengarkan sebanyak lebih dari 80 juta orang di gerai digital Spotify, kini unit rock Papa Roach kembali meluncurkan sebuah karya rekaman pada 6 Oktober 2017. Kali ini adalah versi live yang mereka rekam awal 2017 lalu di Maida Vale Studios dengan judul “Live At BBC Radio 1”.

Rekaman album mini (EP) tersebut adalah bagian dari program acara “Rock Show” yang dipandu oleh Daniel P. Carter di BBC Radio 1. Memuat empat trek yaitu “Born For Greatness”, “Periscope”, “American Dreams” serta nomor klasik mereka, “Last Resort”.

Kegiatan promosi album “Crooked Teeth” sendiri masih tetap berjalan. Video untuk single bertajuk “Periscope” yang menghadirkan duet Papa Roach dengan penyanyi dan penulis lagu pop, Skylar Grey telah ditonton sebanyak lebih dari tiga juta pasang mata di YouTube dan telah didengarkan (streaming) sebanyak lebih dari 10 juta pendengar. Sementara itu, video untuk single lainnya, “Help” telah ditonton sebanyak lebih dari 12 juta di YouTube dan didengarkan oleh konsumen musik digital sebanyak lebih dari 25 juta kali.

Jacoby Shaddix (vokal), Jerry Horton (gitar), Tobin Esperance (bass) dan Tony Palermo (dram) meramu dan merekam materi album “Crooked Teeth” di studio North Hollywood bersama produser Nicholas “RAS” Furlong dan Colin Brittain. Namun khusus di lagu bertajuk “Born For Greatness”, Papa Roach berkolaborasi dengan Jason Evigan, produser masa kini yang pernah menangani penggarapan album milik Jason Derulo, Demi Lovato, Zedd hingga Maroon 5.

Namun oleh RAS dan Colin yang mengikuti perjalanan awal karir Papa Roach, Jacoby dan rekan-rekannya digiring ke era album-album awal. “Saat pertama kali bertemu RAS and Colin, mereka bilang (album) ‘Infest’ selalu mereka dengarkan saat remaja. Mereka ingin mengembalikan gairah di album itu lagi,” urai Jacoby.

“Keseluruhan idenya adalah untuk mengambil elemen klasik Papa Roach yang disukai semua orang dan memompanya kembali ke versi yang lebih modern,” cerus Colin menimpali.

“(Tapi) Kami tidak berusaha menciptakan lagu single untuk radio di album ini,” cetus Jerry Horton menegaskan. “Album ini merupakan rangkuman lagu-lagu yang bertujuan memperkenalkan Papa Roach kembali kepada orang-orang yang tak menyadari potensi kami lebih dalam,” tambah Tony Palermo.

Sejak terbentuk di California, AS pada 1993, Papa Roach telah mencetak album-album sukses yang berhasil mencatat angka penjualan sebesar lebih dari 20 juta keping di seluruh dunia. Album “Infest” (2000) adalah yang tersukses, berhasil menelurkan single “Last Resort”, “Between Angels and Insects” dan “Broken Home”. (MK02)

.

 

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY