Francesco Paoli yang selama ini berada di balik dram akhirnya memutuskan kembali ke posisi lamanya sebagai vokalis utama di unit symphonic death metal senior Italia, Fleshgod Apocalypse. Keputusan itu diambil menyusul mundurnya vokalis dan gitaris Tommaso Riccardi beberapa bulan lalu setelah berada di garis depan band ini selama delapan tahun terakhir.

Francesco Paoli sendiri, memang mengawali karirnya di Fleshgod Apocalypse di posisi vokal sejak terbentuk pada April 2007 silam, seperti yang terabadikan di album debut bertajuk “Oracles” (2009). Saat penggarapan album mini (EP) “Mafia” yang dirilis setahun kemudian, Paoli pindah ke dram dan posisi vokal pun diambil alih oleh personel baru, Tommaso Riccardi yang lantas mengawal band tersebut di tiga album studio, yakni “Agony” (2011), “Labyrinth” (2013) dan “King” (2016).

Berdasarkan pernyataan resmi pihak band, perpisahan dengan Tommaso dilatarbelakangi alasan pribadi dan tanpa pertengkaran. Tapi untuk mencari pengganti dalam waktu relatif singkat, pihak band tak ingin mengambil keputusan gegabah.

“Keinginan kami untuk terus melanjutkan perjalanan band ini sangat kuat, tapi kami tak bisa membiarkan orang baru untuk menjadi juru bicara band ini, jadi satu-satunya cara adalah kembali melihat root kami. Kami memutuskan Francesco Paoli – dramer, penulis lagu, pendiri dan frontman pertama kami – adalah pilihan yang tepat sekaligus menantang.”

Kini, selain Paoli (vokal/gitar), Cristiano Trionfera (gitar), Paolo Rossi (bass) dan Francesco Ferrini (piano/orkestra), Fleshgod Apocalypse juga diperkuat vokalis soprano Veronica Bordacchini serta dua personel baru, David Folchitto (dram) dan gitaris Fabio Bartoletti dari band Deceptionist. Dengan formasi baru ini, Fleshgod Apocalypse menjanjikan formula musik yang jauh lebih gelap dan heavy dibanding sebelumnya. (MK02)

Ket. foto: Fleshgod Apocalypse formasi 2016 (Foto: MediaRomantica PH)

.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY