Sebuah proyek reuni dari unit power metal Jerman, Helloween dengan dua mantan personelnya, Michael Kiske (vokal) dan Kai Hansen (gitar) ternyata bukan hanya tampil di atas panggung dan menggelar tur panjang bertajuk “Pumpkins United”. Proyek musikal berisi tujuh musisi tersebut rupanya juga berlanjut ke perilisan single anyar bertajuk sama yang telah tersedia dalam format unduhan gratis di situs resmi mereka, www.helloween.org.

Berita bakal dirilisnya lagu ini sudah dibocorkan oleh gitaris sekaligus penggerak utama Helloween, Michael Weikath – atau yang kerap disapa Weiki – beberapa waktu lalu. Menurutnya, Helloween, telah mempertimbangkan untuk membuat satu single baru meski saat itu ide penulisannya belum terbentuk sama sekali. “Ada ide untuk membuat setidaknya sebuah lagu. Secara pribadi, saya pikir kami bisa melakukan lebih dari itu, kami harus melakukan sesuatu seperti merilis EP dan lainnya,” urai Weiki.

“Tapi di atas segalanya, kami memiliki banyak rencana yang harus dijalankan dan mencoba untuk mendapatkan jadwal (penulisan lagu) sampai (musim gugur) saat pertunjukan pertama kami berlangsung di Mexico City. Dan untuk mengatasi semua itu, jika kami ingin tampil dengan satu lagu baru sebagai ‘Pumpkins United’, saya pikir akan ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Jadi, apa yang ada dalam perencanaannya, untuk saat ini, hanya satu lagu.”

Sebaliknya, Weiki menepis anggapan yang mengatakan Helloween bakal merilis album penuh sebagai penegas eksistensi proyek reuni ini sekaligus pelengkap tur “Pumpkins United”. Menurut gitaris yang permainannya terpengaruh oleh Eric Clapton, Jimi Hendrix, Ritchie Blackmore, Uli Jon Roth, dan Eddie Van Halen ini, hal tersebut tidak akan terjadi mengingat tiga personel orijinal Helloween; dirinya, Michael Kiske dan Kai Hansen adalah tipe orang yang ‘malas’.

“Saya tidak akan melakukannya (merilis album penuh), tapi itu akan menjadi upaya yang besar, saya tidak menentangnya. Dan kemudian, karena kemalasan anggota orijinal Helloween – ketiganya yang paling malas, dan itu adalah Kai Hansen, Michael Weikath dan Michael Kiske. Kami sangat malas. Tidak ada lagi orang yang malas, hanya tiga orang yang kukatakan padamu, (Andi) Deris mengaku sangat malas, tapi ternyata tidak,” sambungnya sambil tertawa.

Ide tur “Pumpkins United” sendiri tercetus oleh Kai Hansen beberapa tahun lalu yang lantas disampaikan kepada dua anggota orijinal tersisa di line-up saat ini; Michael Weikath dan Markus Grosskopf. Awalnya, Weiki dan Markus menolak gagasan Hansen tersebut. Selain Helloween dan Hansen memiliki manajemen dan jadwal berbeda, juga ada hal-hal lain yang harus dibahas lebih dalam termasuk bagaimana membangun sebuah kepercayaan.

Sinar terang kemudian terlihat ketika Helloween mengajak Gamma Ray – band pimpinan Hansen untuk menjadi pendamping mereka di tur “Hellish Rock”. “Semuanya tampak semakin menjadi kenyataan apalagi saat itu kami menemukan kesamaan (visi dengan Hansen). Lalu saya bertemu dengan Michael Kiske dan berbicara dengannya di sebuah festival metal di Perancis. Bergelas-gelas whisky dan berbatang-batang rokok menjadi saksi pertemuan itu dan saya sangat bergairah karena sudah bertahun-tahun kami tidak bertemu.

“Saya selalu berpikir  saya seharusnya meneleponnya, tapi tidak pernah saya lakukan karena dia bisa saja terganggu atau mungkin tidak punya waktu. Lalu kesempatan itu datang, dan saya bilang kepada Kiske: ‘Kamu tidak seharusnya marah, kamu hanya harus memahami saya. Kembali ke masa lalu, saat itu saya adalah orang yang harus mengambil keputusan untuk Helloween, dan faktanya tidak ada seorang pun yang ingin membuat album lagi dengan kamu, jadi saya harus mencari solusi. Itulah yang terjadi saat itu. Saya harap kamu mau memaafkan saya. Lalu dia menjawab, ‘Sepertinya saya sudah memaafkan kamu. Tapi sebaiknya kita berbicara ketika kamu dalam kondisi waras bukan saat mabuk.’ Jujur, saya tidak semabuk itu,” urai Weiki.

Formasi reuni Helloween ini sendiri sudah memulai kick-off tur “Pumpkins United” mereka sejak 18 Oktober 2017 lalu di Monterrey, Meksiko. Dalam konser tersebut, Michael Kiske dan Andi Deris tidak hanya menyanyikan masing-masing lagu yang menggoreskan sejarah tiga dekade band ini, tetapi juga berduet di sejumlah lagu. Sebut saja “Halloween”, “Dr. Stein”, “How Many Tears”, “Eagle Fly Free”, “Keeper of the Seven Keys”, “Future World” dan “I Want Out”.

Kai Hansen, yang menjabat gitaris sekaligus vokalis Helloween sebelum Michael Kiske bergabung pada tahun 1986 juga turut bernyanyi di lagu-lagu “Starlight”, “Ride The Sky” dan “Heavy Metal Is The Law” dalam format medley. Dua lagu yang tidak pernah dibawakan di era Andi Deris, “Kids of the Century” dan “Livin’ Ain’t No Crime” kembali digaungkan oleh Kiske.

Helloween terbentuk di Hamburg, Jerman pada 1984 silam. Sepanjang perjalanan karirnya mereka telah merilis album “Walls of Jericho” (1985),”Keeper of the Seven Keys: Part I” (1987), “Keeper of the Seven Keys: Part II” (1988), “Pink Bubbles Go Ape” (1991), “Chameleon” (1993), “Master of the Rings” (1994), “The Time of the Oath” (1996), “Better Than Raw” (1998), “Metal Jukebox” (1999), “The Dark Ride” (2000), “Rabbit Don’t Come Easy” (2003), “Keeper of the Seven Keys: The Legacy” (2005), “Gambling with the Devil” (2007), “7 Sinners” (2010), “Straight Out of Hell” (2013), “My God-Given Right: (2015). Sebelum melakukan reuni “Pumpkins United”, Helloween digawangi oleh Michael Weikath (gitar), Markus Grosskopf (bass), Andi Deris (vokal), Sascha Gerstner (gitar) dan Dani Loble (dram). (RN)

Kredit foto: Franz Schepers

.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY