“Banyak yang keren! Setiap band punya karakter yang kuat, dengan warna yang berbeda-beda. Jadi musikalitasnya lebih kaya dalam memproduksi musik di setiap genre.”

Begitu komentar Stephan Santoso, musisi yang memproduseri album kompilasi perdana “SuperMusic.ID Rockin Battle – The Mighty Eight”, saat berbicara di hajatan peluncuran resmi album tersebut, Rabu (25/10) kemarin, di Brewerkz Café, Jakarta. Ada delapan band rock terbaik Indonesia jebolan “SuperMusic.ID Rockin Battle” yang menyajikan performa terbaiknya di lagu masing-masing di album tersebut. Mereka adalah THE GRGTZ, Meet After The Storm (M.A.t.S), GHO$$, Killa The Phia, Jakarta Blues Factory, Equaliz, Radioaktif dan Kasino Brothers.

Sesuai konsepnya, “Rockin Battle – The Mighty Eight” menggelontorkan berbagai genre rock. Di tiga besar misalnya, GHO$$ (Jakarta) yang merupakan pemenang utama Rockin Battle, kental akan unsur indie rock dan hip-hop. Sementara Meet After The Storm (M.A.t.S) dari Palembang yang menjadi runner up punya karakter electro rock yang memikat, serta Killa The Phia asal Aceh yang meledak-ledak lewat komposisi metalcore.

Lalu di line-up lainnya, ada Kasino Brothers (Yogyakarta) yang mengusung rock and roll dengan sentuhan psychedelic, Equaliz (Medan) dengan pop rock, Jakarta Blues Factory (Jakarta) yang konsisten mengusung blues, THE GRGTZ (Bekasi) dengan alternative rock serta Radioaktif (Bandung) yang menganut paham alternative rock bernafaskan ‘kekasaran’ grunge.

“Album ini adalah persembahan bagi semua penggemar musik rock di Tanah Air. Sangat merepresentasikan dinamika perkembangan musik rock saat ini, menawarkan sebuah paket lengkap dari apa yang kami sebut sebagai regenerasi musik rock Indonesia. Kami berharap pecinta musik rock dapat menikmati hasil karya berkualitas dari finalis Rockin Battle ini,” tutur Gege Dhirgantara, General Manager SuperMusic.ID.

Gege juga menjelaskan, hasil akhir album ini adalah pemenuhan janji dan jawaban dari proses panjang pencarian generasi baru rock Indonesia lewat ajang “SuperMusic.ID Rockin Battle”, yang melibatkan 1200 band. Mereka berkompetisi dan lantas tersaring berdasarkan penilaian juri yang merupakan para musisi senior seperti Ian Antono (God Bless), Stephan Santoso (Produser / Musikimia), Stevi Item (Andra and The Backbone / Deadsquad) dan Imanine (J-Rocks).

Proses rekaman berjalan cukup rumit mengingat ada delapan band dengan delapan lagu yang harus digarap dengan matang. Tangan dingin Stephan Santoso selaku produser berperan penting menentukan kualitas aransemen musik di album ini. Stephan yang juga gitaris Musikimia ini memeras habis kemampuan delapan band dalam proses rekaman yang berlangsung di Jakarta dan Sydney, Australia.

Tujuh band finalis melakukan rekaman di Studio Aquarius, Jakarta. Sedangkan GHO$$ sebagai pemenang utama merekam lagunya berjudul “Carele$$” di Studios 301 dan Hercules Street Studio, Sydney, Australia. Selain Stephan Santoso, di studio legendaris tersebut juga terlibat senior engineer Lachlan Mitchell (pernah bekerjasama dengan produser The Beatles George Martin) dan assistant engineer Owen Butcher (pernah menangani rekaman Coldplay, Will.i.am, hingga John Corabi “Motley Crue”). Bahkan senior music engineering Steve Smart yang pernah menggenggam penghargaan multi-platinum sales, ARIA & Golden Guitar Awards, dan masuk nominasi Oscar, ikut hadir dan memberikan apresiasi untuk GHO$$.

Untuk pemasaran albumnya sendiri, Gege mengatakan pihaknya akan lebih fokus pada penjualan non fisik alias secara digital. Potensi penjualan secara digital ini dilakukan lewat kerja sama dengan sejumlah aplikasi musik seperti iTunes, Apple Music, JOOX, Spotify, dan sebagainya. “Untuk album secara fisik tetap ada, namun jumlahnya tentu bertahap sambil melihat respon pasar,” ulas Gege.

Susunan lagu: 1) THE GRGTZ “Malas”, 2) Meet After The Storm (M.A.t.S) “Nalar”, 3) GHO$$ “Care.Le$$”, 4) Killa The Phia “Jeritan Kegelapan”, 5) Jakarta Blues Factory “Hey”, 6) Equaliz “Pergi Pergilah Kau”, 7) Radioaktif “I Am”, 8) Kasino Brothers “Dilema”. (Mdy)

.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY