Unit bergenre death metal asal Bandung, Humiliation benar-benar sedang diliputi semangat berkobar-kobar.  Pasalnya, proses penggarapan album terbarunya yang bakal diberi judul “Karnaval Genosida” konon didukung sentuhan produser metal kenamaan asal Amerika Serikat untuk penggarapan penataan suara (mixing) dan pelarasan suara (mastering). Tapi pihak band – demi kejutan – tak ingin membocorkan nama produser tersebut sebelum pengerjaan albumnya benar-benar rampung.

“Namanya masih kami rahasiakan dulu biar penasaran,” seru pihak Humiliation via siaran pers resminya. “Pokoknya kalau tahu band-band yang doi kerjakan pasti kalian tahu doi ini siapa, biar greget plus penasaran dulu.”

Bagi Adam Ardhandy (vokal), Hamzah Sastra (gitar), Firman Ananda (bass), Hinhin Akew (gitar) dan Luthfi Setyo (dram), keputusan bekerja sama dengan produser musik metal kenamaan asal Amerika Serikat tersebut didasari target untuk bisa menyajikan karya yang lebih bagus. “Dan tentunya untuk lebih melebarkan sayap lagi, khususnya ke industri metal internasional,” urai Adam, mewakili rekan-rekannya.

Album “Karnaval Genosida” yang juga melibatkan kolaborasi dengan beberapa musisi tamu ini sendiri merupakan karya rekaman penuh ketiga bagi Humiliation. Kali ini, mereka melanjutkan konsep trilogi, diproyeksikan sebagai penutup dari cerita yang telah mereka sajikan di dua album sebelumnya, yakni “Savior of Human Destruction” (2012) dan “Fatamorgana” (2015).

“Cerita di album ini masih nyambung sama cerita yang disajikan di album pertama dan kedua, intinya masih tentang hubungan kehidupan manusia dengan Tuhan mereka,” cetus Adam.

“Kami juga mencoba menceritakan kondisi manusia milenial saat ini yang udah ketergantungan dengan teknologi dan imbasnya jadi lupa sama kaidah kehidupan manusia terutama terhadap Tuhan-nya. Contoh aja kita bisa lihat kan orang-orang sekarang udah kecanduan sama media sosial, mulai dari hal positif bahkan sampe negatif, saling hujat-lah, saling fitnah-lah, padahal masih sesama umat manusia nggak inget kalo itu tuh dilarang,” imbuh Firman menambahkan.

Dari sisi musikal, terdapat perbedaan yang sangat signifikan di “Karnaval Genosida” jika dibandingkan album-album sebelumnya. Pasalnya, ada dua gitaris baru yang terlibat di penggarapan materinya. “Secara konsep mungkin lebih mengedepankan pendewasaan Humiliation dalam bermusik. Masih dalam warna teknikal yang cukup cozy untuk didengarkan,” ulas Adam.

Sejauh ini, Humiliation yang sudah menggeliat di skena metal underground sejak 2010 ini telah menyelesaikan tahap rekaman yang dieksekusi di Masterplan Studio Bandung. Rencananya, “Karnaval Genosida” bakal dirilis pada awal 2018 via label rekaman independen Armstrech Records. (MK01)

.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY