Lewat single terbarunya, “Dunamous” yang diluncurkan sejak akhir Oktober 2017 lalu, Bless the Knights sekali lagi menghadirkan formasi terbarunya. Kali ini, selain diperkuat duo gitaris Fritz Faraday dan Olgie Alvianus, unit progressive metal asal Tangerang Selatan tersebut juga didukung oleh Raditya “Rad” Pratama (vokal), Opic (dram) dan Arry Thrizna (bass).

Bagi Fritz, dalam menjalani sebuah band, seperti mencari calon istri. “Jadi selama ‘pacaran’, ya bisa aja ganti-ganti dulu sementara nyari yang paling cocok,” cetus motor penggerak utama Bless the Knights tersebut kepada MUSIKERAS.

Namun dengan formasi baru ini, Fritz meyakinkan ada penguatan karakter secara musikalitas pada komposisi musik Bless the Knights. “Sekarang semakin solid, karena finally kami punya jadwal latihan rutin setiap Kamis yang bikin kami makin deket juga satu sama lain. Selain itu, kami juga dengerin musik yang sama, jadinya saling reinforcing satu sama lain.”

Tahun 2017 merupakan tahun yang cukup menantang bagi Bless the Knights. Selain target yang ditetapkan untuk terus produktif dan menelurkan album setiap tahun sekali, Bless The Knights cukup dipusingkan dengan beberapa kali pergantian personel. Akan tetapi hal tersebut tidak cukup kuat untuk mematahkan semangat mereka. Bermodalkan rasa lapar untuk terus maju dan mengembangkan diri, pelan tapi pasti Fritz dan pasukannya telah memulai proses rekaman untuk album selanjutnya, dan single “Dunamous” menjadi semacam pemanasan sekaligus cerminan tekad Bless the Knights untuk terus berkembang. Sebuah single yang menceritakan tentang kekuatan besar yang berasal dari Tuhan yang diberikan kepada manusia untuk mewujudkan cita-cita dan harapan dalam hidup.

Judul “Dunamous” sendiri diambil dari bahasa Yunani yang artinya kekuatan besar/tak terhingga yang berasal dari Tuhan. Entah kenapa, urai Fritz, kata ‘Dunamous’ menempel kuat di kupingnya. “Yang gue tahu kata Dunamous ini juga jadi dasar dari kata ‘dynamite’ (dinamit), jadi gue berharap akan ada ledakan besar buat Bless the Knights melalui lagu dan album nanti. Rencananya ‘Dunamous’ juga akan jadi judul album kedua kami.”

Proses kreatif saat menggarap “Dunamous” dieksekusi Fritz dan personel lainnya menggunakan metode yang hampir tak beda dibanding lagu-lagu lainnya. Berawal dari nyanyian riff Fritz yang lantas dikembangkan ke titik terjauh dari kreatifitas mereka. “Yang unik sebenarnya interlude atau solo gitarnya. Beda banget dibanding lagu-lagu sebelumnya, lebih fusion-ish tapi tetep shreddy. Lepas dari itu, reff-nya tetap ‘Sheila on 7 sentris’, mesti yang benar-benar enak biar nggak cuma metalhead yang dengar, tapi sampai emak-emak bisa dengar juga, hahahahaha….”

“Dunamous” saat ini sudah bisa didapatkan di berbagai gerai digital seperti iTunes, Apple Music, Spotify, Deezer, Amazon, Google Play, Joox, You Tube Music, Last fm, Shazam dan masih banyak lagi!

Cikal bakal Bless the Knights terbentuk pada 2009, digagas oleh Fritz dengan nama awal Blitzkrieg. Setahun kemudian merilis album debut ber-genre metal progresif bertajuk “Energy of Anger”. Awal 2016, nama Blitzkrieg lantas diubah menjadi Bless the Knights, yang juga dijadikan judul album keduanya. Salah satu lagu di album tersebut, yakni “Surrounded by Idiots”, menghadirkan permainan gitar dan bass dari Eet Sjahranie (edane) dan Arya Setyadi (Voodoo, Wolfgang). Pada 2016, Bless the Knight masuk nominasi AMI Awards untuk kategori “Karya Metal Terbaik”. (Mdy)

.

 

1 COMMENT

LEAVE A REPLY