Loudness kembali bangkit. Unit rock legendaris dari negeri Sakura, Jepang tersebut telah mengumumkan bakal merilis album terbarunya yang bertajuk “Rise To Glory” pada 26 Januari 2018 mendatang via label earMUSIC. Menurut siaran pers resminya, karya rekaman terbaru tersebut bakal lebih agresif sekaligus melodius dibanding album-album sebelumnya.

“Album tersebut akan menyemangati Anda, membuat Anda merasa fresh,” cetus vokalis Minoru Niihara.

“Saya cukup banyak bermain gitar di album ini, melebihi album-album lainnya di abad ini,” imbuh gitaris Akira Takasaki, yang kali ini juga menyuguhkan nomor instrumental berjudul “Kama sutra”.

Khusus untuk kemasan yang diedarkan di kawasan Eropa dan Amerika Serikat, album “Rise to Glory” akan disandingkan dengan “Samsara Flight”, sebuah kumpulan berjumlah 13 lagu dimana Loudness merekam ulang lagu-lagu klasik dari era awal karirnya, termasuk yang bertajuk “Loudness” dan “In The Mirror”.

Sejak dibentuk pada 1981 oleh Akira Takasaki dan dramer Munetaka Higuchi, Loudness telah merilis 26 album studio. Loudness adalah band rock Jepang pertama yang berhasil mendapatkan kontrak rekaman dengan label asal Amerika Serikat, yaitu Atco Records pada 1985, yang menghasilkan “Thunder in the East”, album sukses pertama Loudness di kancah internasional, yang melejitkan lagu “Crazy Nights”.

Saat merilis album “Soldier of Fortune” (1989) dan “On the Prowl” (1991), Loudness sempat diperkuat vokalis berdarah Amerika, Mike Vescera (yang kemudian hengkang dan bergabung dengan Yngwie Malmsteen). Pada November 2015 lalu, album “Thunder in the East” dirilis ulang dalam kemasan istimewa di Jepang untuk merayakan 30 tahun perilisannya.

Kini, selain Akira Takasaki dan Minoru Niihara yang kembali bergabung sejak 2001, Loudness juga diperkuat bassis Masayoshi Yamashita dan Masayuki Suzuki, dramer yang menggantikan mendiang Munetaka Higuchi sejak 2009 silam. Loudness pernah tampil di rangkaian acara Rockinland Festival, di Indonesia pada Juli 2011 silam. (MK02)

.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY