Sebuah luapan ‘tenaga nuklir’ berujud terjangan-terjangan distorsi beringas membuncah dari tanah Lamongan, Jawa Timur. Pelakunya adalah sebuah unit death metal bernama Nuclear Force yang terbentuk dari ideologi dan tujuan atau keinginan yang sama dari sekumpulan pemuda di skena komunitas pecinta musik cadas di kota kecil tersebut. Belum lama ini, band bentukan 2012 lalu yang diperkuat formasi Vicky (vokal), Dika (gitar), Uyeps (gitar), Mail (bass) dan Imam (dram) tersebut telah melepas sebuah single penuh amarah bertajuk “Memoar”.

Single tersebut adalah bentuk kritikan Nuclear Force, terhadap peristiwa keji yang terjadi pada akhir September 1965, tepatnya 52 tahun lalu di Tanah Air. Saat itu, pemerintahan transisi Indonesia melakukan pembersihan atau pembantaian besar-besaran terhadap orang-orang yang diduga terlibat dalam gerakan komunis, pasca terjadinya Gerakan 30 September (G30S/PKI) di Indonesia. Tragedi tersebut dikenal dengan sebutan “Tragedi ’65”.

Nah, konten lirik dalam single “Memoar” terinspirasi tragedi tersebut, sebuah sejarah kelam tentang genosida besar-besaran yang dilakukan negara, yang hingga kini tak terungkap secara jelas. Dan bagi Nuclear Force, ”Memoar” adalah suara yang mewakili dari semua itu.

Melodic death metal menjadi kendaraan Nuclear Force untuk memuntahkan amarahnya di “Memoar”. Konsep tersebut lantas mereka kolaborasikan dengan ritme-ritme ala Swedish Death Metal dengan alunan distorsi yang memiliki pola karakter yang mengarah ke metalcore. Untuk bagian ini, para personel Nuclear Force mengaku banyak terpengaruh band-band seperti At The Gates, Amon Amarth, The Absense, This Ending, The Haunted, Wolfheart hingga Anterior.

“Saat penggarapan ‘Memoar’, kami selalu melakukan brainstroming untuk materi lagu ini, mulai dari riff, nada, melodi dan juga lirik,” ungkap pihak band kepada MUSIKERAS.

Kini, single “Memoar” yang dirilis oleh label independen yang berbasis di Lamongan, HKM Records bisa didengarkan atau dibeli lewat berbagai kanal digital seperti Bandcamp, Spotify, iTunes, Deezer, Muzoic, Amazon hingga Google Play. Selain dalam format digital, “Memoar” juga diedarkan dalam format fisik (CD) sebagai pendukung merchandise T-shirt “Memoar” oleh Kulminasi Music.

Rencananya, awal 2018 mendatang, Nuclear Force bakal merampungkan materi album perdananya, yang kini tengah dalam proses pengerjaan. (Mdy)

.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY