Usai memancangkan keeksisannya lewat album mini (EP) bertajuk “Echoes” yang dilepas pada 2016 lalu, kini unit grunge asal Jakarta, MRT meluncurkan single terbaru bertajuk “Comedian” via label rekaman POTS sebagai nomor pemanasan sebelum perilisan album berikutnya.

Dimas Anggara (vokal), Shoni Hawari (gitar), Runsid (bass) dan Ajo (dram) yang menggerakkan MRT merilis “Comedian” dalam format kaset secara eksklusif pada 14 Oktober 2017 lalu, bertepatan dengan perhelatan Cassette Store Day 2017 Jakarta yang digelar di Heyfolks! Garage di kawasan Radio Dalam serta di Archipelago Festival (Soehana Hall SCBD). Selain itu, rilisan “Comedian” juga bisa diperoleh di Warslank Bongkar Gudang di Potsjam, serta di acara Lagu Lama Kaset Kusut Vol. 1 oleh Monistoed di Pasar Santa serta Blok M Square. Saat ini, versi digital dan layanan streaming “Comedian” juga telah tersaji di berbagai gerai digital.

Lewat “Comedian” sendiri, MRT memberikan gambaran luas atas apa yang terjadi di Jakarta. Berangkat dari lirik yang mendiskripsikan sebuah profesi tertentu, lagu ini menyentil konstruksi sosial individu yang beranggapan bahwa kesuksesan hanya berbekal mimpi dan ideologi pribadi, namun pada akhirnya dimusnahkan industri. Pesan tersebut lantas digeber lewat ramuan aransemen yang simpel, yang hanya dipantik dua kord.

“Kurang lebih, kami mengaplikasikan konsep manusia dari mereka merangkak secara perlahan sampai akhirnya bisa berlari. Awalnya pelan di riff intro lagu, mulai kencang sedikit di reff, lalu ada pengulangan-pengulangan sampai akhirnya ngebut di outro lagu,” ulas Shoni kepada MUSIKERAS.

Tak ada yang istimewa, lanjut Shoni, saat melakukan penggarapan rekaman “Comedian”. Setiap instrumen hingga vokal direkam di shift-nya masing-masing. Sampai akhirnya lagu itu masuk fase ‘ketok magic’ lewat proses mixing dan mastering.

“Bisa dibilang lagu ini salah satu lagu awal MRT yang dibuat tahun 2013/2014,  dan proses penggarapan pun melewati beberapa tahapan. Bentuk awal lagu ini dulu beda banget, dan butuh waktu kurang lebih tiga tahun buat kami sadar kalau emang ‘Comedian’ itu nggak kaya gini. Kami aransemen lagu ini waktu lagi nggak punya drummer, jadi coba gambar dram ala kadarnya dan dibantu realisasikan ketukannya oleh kawan kami, Anyu (Foxfort). Jadi deh ‘Comedian’ yang sekarang,” imbuh Dimas memperjelas.

Untuk mendapatkan esensi sound grunge di “Comedian”, menurut Shoni, mereka menerapkan penonjolan sound gitar berdistorsi tebal, vokal bertekstur kasar, serta atmosfer ‘gelap’ lagu yang tercipta dari perkawinan aransemen musik dengan lirik yang observatif. “Namun terasa kaitan personalnya dengan sang penyanyi. Ya, kurang lebih seperti itu gambaran umum dari pendekatan yang kami lakukan.”

Kenapa memilih grunge?

“Karena pada dasarnya kami memulai petualangan kami dalam bermusik dengan menjadikan band-band dari Seattle seperti Alice in Chains, Soundgarden, Pearl Jam dan lain-lain sebagai panutan,” cetus Shoni meyakinkan.

Ya, ’panutan’ di sini semacam ‘kiblat’. Suka tidak suka, mau tidak mau, band-band tersebut nyatanya kerap diasosiasikan dengan kata ‘grunge’ yang dianggap sebagai nama dari genre musik yang mereka mainkan. “Kami melihat ada suatu semangat di situ, dan semangat itu yang kami ambil di MRT. Kalau diilustrasikan, ‘grunge’ itu kurang lebih adalah sebuah ajaran. Nabi-nabinya ya band-band yang bersangkutan. MRT adalah salah satu pengikut ajaran tersebut.”

Oktober 2013 adalah momentum cikal bakal lahirnya MRT. Diawali sebagai band kampus, karena kebetulan para personelnya kuliah di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya  Universitas Indonesia (FIBUI). “Ngumpul bareng, dengerin musik bareng, sampai akhirnya berkutat di studio latihan untuk pertama kalinya. Dulu niatnya maunya main lagu-lagu yang agak pelan, semacam lagunya Audioslave yang ‘Getaway Car’ dan ‘Be Yourself’. Cuma ternyata, usaha kami waktu itu kurang berhasil,” ungkap Shoni mengenang. Lalu Dimas menimpali, “Emang pada dasarnya kuping udah dimanjakan sama musik-musik berdistorsi kencang dan beat yang memacu adrenalin, ya akhirnya jadilah MRT.” (Mdy)

.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY